Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Gibran Pecat Pengemudi BST yang tak Sopan

Kamis, 23 Des 2021 - 17:02 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Gibran Pecat Pengemudi BST yang tak Sopan

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka resmi pecat pengemudi BST (Batik Solo Trans) nakal yang kedapatan mengirim pesan tidak sopan kepada salah satu penumpang.

“Dipecat,” katanya, di Solo, Kamis (23/12/2021).

Menurut dia, tindakan pengemudi BST tersebut merupakan kesalahan fatal, karena sudah masuk dalam pelecehan verbal.

“Korban juga lebih dari satu,” katanya.

Awalnya, oleh manajemen BST pengemudi tersebut hanya memperoleh sanksi berupa skorsing selama tiga hari. Namun, Gibran keberatan atas sanksi tersebut karena terlalu ringan.

“Saya yang malu, pecat wae. Ngopo skorsing tiga hari,” katanya pula.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah mau mengungkapkan percakapan tersebut ke publik.

Baca juga
Dosen UNJ Laporkan Dua Anak Jokowi ke KPK Terkait Pencucian Uang

“Saya juga makasih ke warga yang sudah mau speak up, nggak gampang lho speak up seperti itu. Sekarang juga marak kasus seperti itu, memalukan,” katanya lagi.

Sebelumnya, viral tangkapan layar percakapan antara pengemudi dengan penumpang. Awalnya pengemudi beralasan meminta nomor ponsel penumpang itu, karena ingin memberikan jadwal operasional BST, namun justru pengemudi tersebut malah meminta foto penumpang yang cantik.

Gibran Pecat Pengemudi BST karena Minta Foto Cantik Penumpang

Gribran menyebut perilaku seorang sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang viral meminta foto cantik penumpang adalah pelecehan seksual secara verbal. Gibran akan memastikan sanksi tegas bagi sopir.

Baca juga
Kota Solo Terpilih Jadi Tuan Rumah Trade Industry and Investment Working Group G20

“Itu pelecehan verbal, tidak bisa skorsing cuma tiga hari saja,” tegas Gibran.

Gibran merasa malu atas kelakuan tidak sopan sopir BST itu. Untuk itu, jika ada warga yang juga mengalami kejadian yang sama, segera melaporkan ke Pemkot Solo atau langsung kepada dirinya.

“Kudune ora tiga hari tok (seharusnya tidak hanya sanksi skors tiga hari saja), iki memalukan. Saya yang malu. Ini memalukan sekali dan hukumannya terlalu ringan,” ucapnya.

“Kalau ada kejadian lagi, silakan korban lain yang merasakan hal serupa laporkan saja. Wong kita kalau ada laporan juga tindakannya follow up juga cepat,” sambungnya.

Tinggalkan Komentar