Ginkgo Biloba, Si Ajaib Cegah Darah Macet hingga Bantu Pasien COVID-19

Ginkgo Biloba

Mungkin Anda pernah mendengar Ginkgo biloba. Ternyata tumbuhan herbal ini memiliki segudang manfaat bagi kesehatan Anda. Mulai dari aliran darah macet hingga membantu kesembuhan pasien COVID-19.

Ginkgo biloba juga dikenal dengan nama lain Tanakan, Tebonin, Rokan, atau Maidenhair. Selama ini, herbal alami itu telah banyak dipergunakan secara luas di seluruh dunia untuk membantu meningkatkan kemampuan daya ingat otak (kognitif). Ekstrak dari pohon Ginkgo biloba ini telah ribuan tahun dipakai di China, sebagai bagian dari pengobatan tradisional.

Cara kerja Ginkgo biloba adalah dengan meningkatkan aliran sirkulasi darah ke otak, meskipun hal ini masih memicu perdebatan di kalangan para ahli medis. Jadi ketika Anda mengalami tangan dan kaki terasa dingin dan bahkan mati rasa, kelelahan, kram otot kaki, telinga seperti berdenging, kepala pusing, sakit kepala, atau bahkan mengalami disfungsi ereksi pada pria itu bisa jadi akibat aliran darah macet.

Gejala-gejala tersebut penyebabnya bisa karena mengkonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi, tingginya kadar kolesterol di dalam darah, tingginya kandungan gula dalam darah, kebiasaan merokok dan kurangnya aktivitas fisik.

“Hal ini dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah dan menyebabkan terbentuknya plak di dalam pembuluh darah Anda dan hal ini akan mempengaruhi aliran/sirkulasi darah,” kata Lian Hooi San, ahli gizi dari Herbal Revival Malaysia saat menjadi narasumber Thomson Health, perusahaan pengembangan ekstrak Ginkgo biloba.

Baca juga  Pemerintah Berencana Larang Perayaan Tahun Baru

Aliran darah yang ‘macet’ menyebabkan oksigen dan nutrisi tidak dapat mengalir mencapai organ, jaringan dan sel tubuh secara baik, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

“Kondisi sirkulasi darah yang buruk dapat menyebabkan berbagai macam masalah yang berbeda-beda, tetapi kebanyakan orang bahkan tidak tahu apa gejalanya! Jika Anda mengalami beberapa gejala ini, Anda seharusnya waspada,” kata Lian Hooi San.

Pemerhati kesehatan dr. Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked(PA), Sp.PA, mengungkapkan pengalamannya ketika kasus COVID-19 sedang tinggi di Tanah Air. Hal ini seiring dengan munculnya varian Delta.

“Fasilitas kesehatan penuh dengan pasien COVID-19. Ini memprihatinkan. Apalagi banyak pasien yang mengalami kesulitan bernapasan dan saturasi oksigennya terus menurun. Harus mendapatkan penangangan segera,” kata pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta itu.

dr Reza menyebutkan, banyak pasien positif COVID-19 yang meminta saran kepadanya terkait penyakit ini. Beberapa di antaranya malah sempat mengalami penurunan saturasi di bawah 80. Sementara untuk mencari tabung oksigen juga tidak mudah dan terpaksa harus antri. Sedangkan perawatan di rumah sakit juga terbatas mengingat banyaknya pasien.

Baca juga  Bandara Soekarno-Hatta Jadi Bandara Paling Aman di Asia Tenggara

“Saya menyarankan kepada pasien yang mengalami penurunan saturasi oksigen dan gejala lain COVID-19 untuk tetap perawatan di rumah. Saya juga menyarankan mencoba menggunakan suplemen herbal alternatif untuk meringankan gejalanya. Suplemen herbal alami itu Ginkgo biloba,” papar Kepala Pap Smear Center RSIA Ibnu Sina, Jakarta itu.

Keuntungan dan kegunaan Ginkgo biloba selain meningkatkan fungsi kognitif (daya ingat) pada otak, adalah juga untuk menurunkan tingkat depresi. Juga menurunkan risiko kejadian Alzheimer pada wanita usia lanjut.

Penelitian kelompok yang dilakukan pada 2003 menguatkan tentang hal ini. Penelitian lainnya menyatakan Ginkgo biloba bisa membantu pada claudicatio intermittent. Ini merupakan rasa nyeri atau kram pada tungkai bawah akibat kurangnya aliran darah ke otot-otot. Juga dapat meringankan vertigo, glaukoma, sindroma pramenstruasi, kecemasan, gangguan seksual dan tinnitus (dengungan pada telinga).

Beberapa komponen kimiawi dari Ginkgo biloba di antaranya bilobalide, ginkolide, asam ginkgolic, dan gingols serta asam shikimic. Bilobalide dan Ginkgolide diduga merupakan senyama bioaktif yang paling unik dari suplemen ini. Efek antioksidan dari bilobalide sangat aktif pada mitokondria (bagian dari sel yang memproses pernafasan sel), sehingga Ginkgo biloba sering juga dianggap sebagai pelindung mitokondria.

Baca juga  Ini 10 Daerah di Indonesia Dengan Kasus Covid-19 Anak Terbanyak

Sirkulasi darah diperlancar oleh Ginkgo biloba dengan efek anti-trombusnya atau anti pembekuan darah. Cara kerjanya melalui penghambatan (inhibisi) pada PAF (Platellet Activating factor). Hal ini sangat bermanfaat pada kondisi neurologis seperti stroke non hemorrhagic atau stroke akibat penyumbatan pembuluh darah oleh trombus. Bahkan dianggap bagian dari efek nya sebagai pelindung otak (neuroprotektif).

Apa saja efek sampingnya? dr Reza mengungkapkan, Ginkgo biloba dapat menstimulasi tekanan darah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. Karena itu, pemakaian obat ini harus berhati-hati pada orang-orang yang memerlukan tekanan darah yang stabil.

Bisa muncul rasa pusing atau mual (drowsiness) serta rasa mengantuk. Ginkgo biloba dapat menurunkan kadar gula darah. Perlu diperhatikan pada individu yang sedang dalam pengobatan diabetes. Selain itu perhatian ekstra perlu diberikan pada orang-orang dengan gangguan lambung, gangguan otot, riwayat kejang ataupun gangguan kulit serta penderita sindrom Steven-Johnson.

Ginkgo biloba juga harus diberikan dengan berhati-hati pada penderita gangguan jantung dan orang-orang dengan gangguan pembekuan darah. Sebaiknya obat ini tidak diberikan pada wanita hamil ataupun menyusui.

Tinggalkan Komentar