Jumat, 19 Agustus 2022
21 Muharram 1444

Giring Harus Sadar Diri dan Minta Maaf Akibat Salah Kaprah Pengerjaan Sirkuit Formula E

Kamis, 06 Jan 2022 - 18:47 WIB
Penulis : Willi Nafie
Giring Harus Sadar Diri dan Minta Maaf Akibat Salah Kaprah
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha kejeblos di sirkuit Formula E (foto istimewa)

Giring harus sadar diri dan meminta maaf akibat salah kaprah, tepatnya saat membuat konten soal kondisi sirkuit Formula E saat ini. Kritikan dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu tidak faktual. Mengingat pria bernama lengkap Giring Ganesha itu mengkritisi sirkuit Formula E yang saat ini masih dalam target lelang tender mencari kontraktor.

Sehingga secara otomatis belum ada pengerjaan pembangunan sirkuit. Seperti aspal, hingga fasilitas pendukung dari barier, pagar, dan fasilitas lain untuk menjamin keselamatan para pembalap.

“Giring harus sadar diri. Jadi hal hal salah kaprah itu dia juga harus minta maaf,” kata Peneliti Kebijakan Publik IDP-LP, Riko Noviantoro kepada Inilah.com, Kamis (6/1/2022).

Menurut Riko, sebagai publik figur Giring sejatinya tidak gegabah dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Jadi mecaritahu terlebih dahulu mengenai fakta yang sebenarnya sebelum mengemukakan pendapat.

“Harusnya ngecek dulu, praktek kontrol itu harus memperhatikan fakta-fakta yang ada. Enggak boleh seenaknya apalagi dengan alasan itu opini publik atau opini pribadi,” ucap Riko.

Baca juga
Politikus Gerindra Anjurkan Giring Sebaiknya Banyak Buat Konten TikTok

Giring Ganesha Buat Konten di Lokasi Sirkuit Formula E

Giring Ganesha menyambangi lokasi sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara. Dia tampak banyak melontarkan kalimat sinis atas program Pemprov DKI Jakarta yang rencananya berlangsung pada Juni 2022 itu. Giring tidak yakin pembangunan sirkuit Formula E dapat rampung sesuai target waktu. Pasalnya kondisi lokasi belum ada pengerjaan sama sekali.

“Gokil nih proyek Formula E. Proyek ambisius banget. Bujet besar pakai uang rakyat dan waktu persiapan yang mepet. Gue ga yakin bisa kejadian pembangunan sirkuit ini. Dan kalau kejadian pasti paksakan,” kata Giring dalam video yang beredar luas di media sosial, dikutip Kamis (6/12/2021).

Giring Harus Sadar Diri Biar Tak Salah Kaprah Lagi

Sebelumnya Peneliti Kebijakan Publik IDP-LP, Riko Noviantoro menilai Giring salah kaprah. Pasalnya, Giring Ganesha menganggap kondisi sirkuit Formula E masih mentah alias belum ada pembangunan sama sekali. Padahal lelang tender sirkuit baru akan rampung pada akhir Januari, otomatis proses pengerjaan sirkuit mulai pada awal Februari 2022.

Baca juga
Giring Salah Kaprah, Pengerjaan Sirkuit Formula E Baru Mulai Februari

“Pemerintah DKI memang harus terima bahwa warga ada yang menyatakan pendapat. Tetapi yang menyampaikan pendapat juga jangan sampaikan hal-hal yang ternyata tidak tepat, tidak faktual dan salah kaprah,” kata Riko Noviantoro kepada Inilah.com, Kamis (6/1/2022).

Menurut Riko, setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat di muka umum karena itu adalah hak asasi manusia, bahkan Undang-Undang Dasar 1945 menjamin hak tersebut. Namun, kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum juga harus bisa mempertanggungjawabkannya.

Untuk itu Riko sangat menyayangkan Giring sebagai publik figur menyampaikan kritik yang salah kaprah. Bahkan walau pun demikian masih saja terus bergulir dan menjadi konsumsi publik lantaran ramai beredar di media sosial.

Baca juga
Wagub DKI Respon Kritikan Plt Ketum PSI Giring: Tidak Bijak

Pengerjaan Sirkuit Formula E Mulai Bulan Februari

Seperti pemberitaan sebelumnya, PT Jakarta Propertindo memastikan tender proyek pengerjaan sirkuit ajang Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara sudah dimulai.

Direktur Pengelolaan Aset Jakpro Gunung Kartiko meyakini proyek tersebut dapat rampung pada April 2022. Target proses lelang tender secara terbuka untuk mencari kontraktor kelar akhir Januari 2022.

Otomatis proses pengerjaan sirkuit bisa dimulai pada awal Februari 2022 sehingga bisa rampung sesuai dengan target, yaitu April 2022. Atau tepatnya sebelum kemudian Fédération Internationale de l’Automobile melakukan pengecekan.

Tinggalkan Komentar