Google Doodle Hari Ini Beri Penghormatan pada Wartawati Roehana Koeddoes

Google Doodle Hari Ini Beri Penghormatan pada Wartawati Roehana Koeddoes - inilah.com
Foto: Google Doodle Roehana Koeddoes

Sosok Roehana Koeddoes muncul menjadi Google Doodle hari ini 8 November 2021. Merayakan hari di mana tokoh wartawati tersebut diberi penganugerahan gelar sebagai pahlawan nasional, wajahnya bakal menghiasi laman pembuka Google sepanjang hari. Seperti apa sosoknya?

Rohana Kudus lahir pada tanggal 20 Desember 1884 di Koto Gadang, Sumatra Barat. Ayahnya ialah seorang Kepala Jaksa di Pemerintahan Hindia-Belanda, bernama Moehammad Rasjad Maharadja Sutan dan ibunya bernama Kiam.

Berkaca dari latar belakang ayahnya yang berpendidikan, tak heran Rohana kecil tumbuh sebagai wanita yang cerdas meski tak pernah mengenyam pendidikan. Di umurnya yang masih lima tahun, ia sudah dapat memahami abjad latin, arab, dan arab melayu. Tak hanya itu, ia fasih berbahasa belanda kala usianya masih delapan tahun.

Baca juga  Hati-hati Lonjakan COVID-19 Saat Libur Nataru, Ayo Disiplin Prokes!

Pada tahun 1908, ia menikah dengan seorang notaris bernama Abdullah Kudus. Selain lulusan hukum di Batavia, Abdullah kudus juga merupakan aktivis pergerakan dan gemar menulis di surat kabar terbitan Jawa dan Sumatra.

Kehidupan jurnalistiknya dimulai ketika ia menuliskan surat kepada Datuk Sutan Maharadja, pemimpin redaksi Oetoesan Melajoe, di  Padang. Ia mengatakan, ia ingin wanita juga diberikan ruang untuk menulis di surat kabar.

Surat itu mengantarkan Rohana bertemu dengan Maharadja. Rohana meminta kepada sang Pemimpin Redaksi untuk menerbitkan surat kabar khusus wanita. Namun, kesibukan Rohana pada sekolah yang telah dia dirikan, membuatnya ragu dapat mengelola surat kabar itu sendiri.

Baca juga  Hari Pahlawan 2021, Google Doodle Ajak Mengenang Sosok Ismail Marzuki

Oleh karena itu,, Datuk Sutan Maharadja menyarankan Ratna Juwita Zubaidah yang merupakan anaknya sendiri untuk bekerja sama dengan Rohana Kudus. Ratna bertanggung jawab atas keperluan redaksi, sedangkan Rohana bertugas mencari pengisi rubrik surat kabar mereka.

10 Juli 1912 merupakan tanggal terbitnya surat kabar wanita pertama, bernama Soenting Melajoe. Sunting yang berarti perempuan dan Melayu sebagai identitas wilayahnya, memiliki pengertian bahwa surat kabar ini dipersembahkan bagi kaum perempuan di seluruh Melayu.

Kala itu, Rohana benar-benar memanfaatkan dengan baik keberadaan Soenting Melajoe sebagai wadah pikiran dalam bentuk tulisan. Rohana Kudus dengan antusias memperkenalkan surat kabar wanita itu kepada kawan-kawan dan muridnya untuk menuangkan pikiran mereka. Contohnya, tulisan mengenai obat kolera, merupakan karya dari Istri Wiria Atmadja.

Baca juga  Peran Pers Intens Tangkal Isu Hoaks Saat Pandemi

Saat kartini ingin persamaan derajat wanita maka Rohana ingin wanita mendapatkan pendidikan dan penghargaan yang pantas untuk mereka. Ia sangat tahu bahwa sampai akhir hayat seorang wanita tak akan sama dengan lelaki walaupun memiliki tugas dan kewajiban yang sama.

Ia hanya ingin penetapan fungsi wanita di masyarakat sesuai dengan kodrat wanita yang ditetapkan oleh Tuhan.

Tinggalkan Komentar