Selasa, 09 Agustus 2022
11 Muharram 1444

Google: Peretas Rusia Berupaya Bobol Jaringan NATO dan Militer Eropa Timur

Kamis, 31 Mar 2022 - 16:56 WIB
peretas rusia
(ilustrasi)

Peretas yang berasal dari Rusia baru-baru ini berupaya untuk membobol jaringan NATO dan militer di sejumlah negara Eropa timur, seperti diungkap laporan Threat Analysis Group Google, Rabu (30/3/2022).

Meski demikian, laporan itu tidak menyebutkan militer mana yang menjadi sasarannya.

Google menggambarkan peretasan itu sebagai ‘kampanye phishing kredensial’ yang diluncurkan kelompok Coldriver atau Callisto yang berbasis di Rusia.

“Kampanye ini dikirim menggunakan akun Gmail yang baru dibuat ke akun-akun bukan milik Google, sehingga tingkat keberhasilan kampanye ini tidak diketahui,” tulis laporan itu seperti dilansir Reuters, Kamis (31/3/2022).

NATO tidak langsung dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Baca juga
PBB: 240 Warga Sipil Ukraina Jadi Korban, 64 di Antaranya Tewas

Rusia kini dalam kondisi sangat tertekan atas ekonomi Barat menyusul keputusannya untuk menyerang Ukraina pada 24 Februari lalu. Moskow juga kerap mengelak tudingan serangan siber yang menargetkan Barat.

Pada 2019, perusahaan keamanan siber Finlandia F-Secure Labs menggambarkan kelompok Callisto sebagai aktor ancaman canggih dan tak dikenal ‘yang tertarik pada pengumpulan intelijen berbau asing dan kebijakan keamanan’ di Eropa.

Kelompok itu juga menargetkan Centre of Excellence NATO, tulis laporan Google pada Rabu tanpa penjelasan lebih lanjut.

Melalui sebuah pernyataan, NATO tidak langsung menyinggung laporan Google, namun mengatakan: “Kami melihat aktivitas siber berbahaya setiap hari.”

Tinggalkan Komentar