Jumat, 27 Januari 2023
05 Rajab 1444

GP Farmasi Dorong Evaluasi Menyeluruh untuk Atasi Kasus Gagal Ginjal Akut

Jumat, 28 Okt 2022 - 16:16 WIB
Dow Indonesia Bantah Produknya Mengandung ED dan DEG
Ilustrasi obat sirop (Foto: Antara)

Hingga kini kasus gagal ginjal akut pada anak terus bertambah. Melihat hal tersebut, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Tirto Kusnadi menyatakan, proses evaluasi yang mendalam secara scientific serta data-data lengkap sesuai dengan kaidah keilmuan dibutuhkan guna mengetahui penyebab pasti kasus gagal ginjal akut pada anak.

Hal ini membutuhkan kerjasama dari semua pihak seperti pemerintah, swasta, farmakolog, ahli forensik, praktisi Kesehatan dan masyarakat agar kepastian penyebab kejadian ini dapat menjadi landasan dalam menentukan langkah-langkah yang diperlukan.

“GPFI juga berkomitmen untuk berkoordinasi dan berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan keahliannya dalam membantu menemukan penyebab utama penyakit gagal ginjal akut ini. Sejak paparan resmi oleh Kementerian Kesehatan melalui press conference pada 21 Oktober 2022 yang menyebutkan beberapa produk obat sirop ditemukan di rumah pasien gagal ginjal anak, GPFI telah menghimbau seluruh perusahaan-perusahaan farmasi anggota GPFI untuk segera melakukan pengujian mandiri terhadap produk obat-obatan yang diproduksi dan melaporkan kepada BPOM,” ujar Tirto ditulis di Jakarta, Jumat, (28/10/2022).

Baca juga
Pasuruan Maksimalkan 40 Persen Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau untuk Kesehatan

Himbauan GPFI kepada anggotanya ini ditujukan untuk memastikan keamanan setiap produk agar tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan poduk-produk farmasi khususnya obat sirop yang aman dan berkualitas.

GPFI mengapresiasi respon dan langkah cepat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan RI dalam menekan laju angka kematian pada anak akibat gagal ginjal akut ini. Keterbukaan dan pembaruan informasi yang dilakukan BPOM bersama Kemenkes telah berhasil membantu masyarakat mendapatkan informasi secara resmi serta menjadi panduan dalam menyikapi perkembangan yang terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPOM mengumumkan Informasi hasil pengawasan BPOM, terdapat beberapa produk obat sirop yang awalnya diduga mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) ternyata terbukti tidak mengandung senyawa berbahaya. Hal tersebut membuktikan bahwa ada beberapa obat sirop yang aman dan berkualitas serta dapat dikonsumsi masyarakat.

Tinggalkan Komentar