Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Greenpeace Blokade Kapal Tanker Pertamina di Lepas Pantai Denmark

kapal tanker pertamina
(foto: Greenpeace/AFP)

Aktivis Greenpeace kembali beraksi menolak terkait ekspor minyak yang dilakukan Rusia. Kali ini, aksi penolakan dilakukan untuk pengiriman minyak Rusia ke Denmark pada Kamis (31/3/2022).

Aksi tersebut dilakukan oleh para aktivis dengan menggunakan kayak dan berenang di perairan es di Frederikshavn, Denmark untuk memblokade pengiriman minyak dari Rusia itu. Setidaknya ada dua kapal tanker yang diblokade, salah satunya milik Pertamina yakni ‘Pertamina Prime’.

Greenpeace diketahui telah beraksi sejak beberapa waktu lalu dan menyerukan larangan impor bahan bakar fosil dari Rusia, menyusul invasi membabi-buta negara adidaya itu ke Ukraina.

“Pada pukul 11:00 (09.00 GMT), para aktivis memulai blokade supertanker ‘Pertamina Prime’, mencegah kapal lain ‘Seaoath’ mendekatinya dan memblokir pengiriman minyak Rusia,” kata juru bicara Greenpeace Emma Oehlenschlager kepada AFP, Minggu (3/4/2022).

Baca juga
Ferrari Setop Ekspor Mobil ke Rusia

Setidaknya ada 11 aktivis Greenpeace yang melakukan aksi ini. Beberapa dari mereka membawa spanduk yang menyerukan untuk ‘berhenti mengobarkan perang’.

Para aktivis juga menuliskan ‘Oil Fuels Wars’ atau ‘Perang Bahan Bakar Minyak’ di lambung ‘Pertamina Prime’. Diketahui ada sekitar 100.000 ton minyak mentah yang rencananya akan ditransfer antara kedua kapal.

Sebagai informasi, dalam dua pekan terakhir, Greenpeace cabang Denmark telah melakukan beberapa tindakan terhadap kapal-kapal Rusia yang melakukan pengiriman minyak, meskipun ini adalah blokade pertama yang berhasil.

“Baru kali ini kami berhasil menghentikan pengiriman. Dalam kasus lain, kapal tanker dialihkan atau dipercepat,” kata Oehlenschlager.

Baca juga
KBRI Kiev Umumkan Langkah Evakuasi WNI di Ukraina

“Para aktivis sekarang akan mempertahankan blokade selama mungkin untuk memastikan kapal tidak bisa saling berdekatan untuk melakukan transfer,” tegasnya seraya mendesak Denmark untuk melarang pengiriman minyak Rusia di perairannya.

Sebagai informasi, ‘Pertamina Prime’ adalah kapal kedua PT Pertamina International Shipping yang pembangunannya dimulai sejak 2019. Kapal ini merupakan kapal single screw driven single deck type crude oil tanker dengan panjang 330 meter dan draft 21.55 meter.

Kapal yang sudah melakukan sea trial pada 8 Maret 2021 hingga 13 Maret 2021 di Goto Islands of Nagasaki Prefecture, Jepang ini akan ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan feedstock kilang yang dijalankan oleh Subholding Refinery & Petrochemical Pertamina. Setelah melakukan tahapan uji coba selama enam hari kala itu, akhirnya ‘Pertamina Prime’ dinyatakan layak untuk dilayarkan di perairan internasional.

Baca juga
Macron Terus Bujuk Putin Hentikan Invasi Rusia di Ukraina

Laporan AFP mengatakan ‘Pertamina Prime’ membawa 1,8 juta barel minyak milik perusahaan minyak negara Indonesia, Pertamina.

Berdasarkan situs vesselfinder.com, ‘Pertamine Prime’ yang dalam kondisi muatan penuh, pada hari ini berada di Laut Utara (koordinat 56.29859 N / 7.17894 E) sebagaimana dilaporkan beberapa waktu lalu oleh AIS. Kapal sedang dalam perjalanan ke China, berlayar dengan kecepatan 12.2 knot dan diperkirakan akan tiba di sana pada 26 April pukul 16:00.

Saat ini, ‘Pertamina Prime’ berlayar di bawah bendera Singapura.

Tinggalkan Komentar