Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

GSMA: Potensi Pasar Kesehatan Digital Capai Rp5,5 Ribu Triliun

GSMA - inilah.com
Istockphoto

Head of APAC 5G Industry Community GSMA Terence Wong mengatakan, pemanfaatan teknologi di sektor kesehatan akan terus tumbuh mengingat pandemi COVID-19 telah membuat aktivitas menjadi serba digital serta banyaknya permintaan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan mudah diakses.

“Kami melihat ada pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang. Jika melihat data, 99 persen organisasi layanan kesehatan sudah melakukan transformasi digital,” ujar Wong dalam webinar “How 5G and IoT Tech Will Transform Healthcare”, Kamis (17/02).

Pasar global untuk teknologi kesehatan digital, papar Wong, akan tumbuh dari 174,7 miliar dolar AS (sekitar Rp2,5 ribu triliun) pada tahun 2021 menjadi 384,8 miliar (sekitar Rp5,5 ribu triliun) pada tahun 2026, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 17,1 persen untuk periode 2021-2026.

Baca juga
Total Kasus Omicron Terbaru jadi 136 Orang

Wong mengatakan, digitalisasi layanan kesehatan sebenarnya telah diumumkan oleh World Health Organization (WHO) sejak tahun 2005 dan lebih dari 120 negara telah mengembangkan kebijakan untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan digital.

Prioritas utama

Bahkan dalam ASEAN Digital Master Plan, peningkatan kesehatan digital ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama pelayanan publik.

Namun, lanjut dia, masih ada kesenjangan yang cukup tinggi di ASEAN yakni jumlah dokter dan jumlah tempat tidur di rumah sakit masih berada di bawah rata-rata dunia. Selain itu, diperlukan juga akses kesehatan yang lebih adil, terjangkau, dan universal.

Oleh karena itu, menurut Wong, pemanfaatan teknologi sangat diperlukan untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya dengan telemedisin. Selain dapat lebih mudah diakses banyak orang, inovasi tersebut juga dapat meminimalkan kontak sehingga mencegah penularan COVID-19.

Baca juga
Mengapa Dokter Anjurkan Sahur Mendekati Imsak?

“Akibat pandemi, banyak pasien yang ragu untuk mengunjungi rumah sakit karena takut tertular COVID-19. Hal ini tentu meningkatkan permintaan akan telemedisin termasuk layanan kesehatan virtual secara real time,” tutur Wong.

Dalam menciptakan layanan kesehatan digital yang baik, Wong mengatakan bahwa teknologi 5G akan sangat membantu.

“Teknologi 5G memungkinkan industri untuk memberikan cakupan yang lebih baik, memberikan resolusi tinggi, hingga transfer yang sangat cepat,” imbuh dia.

Tinggalkan Komentar