Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Gurihnya Bisnis Tower, Mitratel Raup Pendapatan Rp3,72 Triliun dalam Enam Bulan

Kamis, 28 Jul 2022 - 19:28 WIB
Gurihnya Bisnis Tower, Mitratel Raup Pendapatan Rp3,72 Triliun
Bisnis tower maju pesat, pendapatan Mitratel naik pesat dalam enam bulan.

Semester I-2022, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel membukukan pendapatan Rp3,72 triliun. Naik 15,5 persen secara tahunan alias year on year (yoy). Bisnis tower ternyata laris manis.

Kenaikan pendapatan ini meningkatkan perolehan laba bersih perseroan pada periode sama, sebesar 27,2 persen, menjadi Rp892 miliar. “Pada semester I-2022, kami telah meletakkan fundamental yang kuat dan solid pasca-IPO untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini didorong oleh strategi pertumbuhan organik, memperkuat pendapatan dari tower-related business, inovasi produk dan efisiensi biaya” jelas Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Kata Teddy, sapaan akrabnya, marjin EBITDA dan marjin laba bersih di paruh pertama 2022, masing-masing naik 77,5 persen dan 23,9 pwersen. Kontributor utama dari peningkatan laba adalah marjin EBITDA dari portofolio penyewaan menara yang melesat 85,2 persen.

Baca juga
Mitratel Akuisisi Fiber Optik Milik SCKP dan TIS Sepanjang 6.012 Km

“Pencapaian tersebut bisa diraih berkat efisiensi biaya dan lebih selektif dalam meraih pendapatan dari tower-related business dengan marjin yang lebih tinggi untuk profitabilitas yang lebih tinggi dari industri,” terang Teddy.

Di semester I-2022, mayoritas kontribusi pendapatan berasal dari pendapatan sewa menara yang naik 13,5 persen (yoy). Dari Rp2,93 triliun menjadi Rp3,33 triliun. Selain itu, disokong tower-related business yang meningkat 35,4 persen (yoy) menjadi Rp399 miliar.

Saat ini, jumlah menara Mitratel mencapai 28.787 tower, atau bertambah 5.555 menara. Kenaikannya 23,9 persen dibandingkan semester I-2021. Sedangkan jumlah tenant meningkat 20,3 persen (yoy) dari 36.507 menjadi 43.900 tenant.

Baca juga
MTEL Tebar Dividen Rp966,7 Miliar, Ini Jadwalnya

Untuk total aset perusahaan, tercatat Rp55,06 triliun dengan ekuitas Rp33,49 triliun. Total liabilitas di semester I-2022 turun 10,4 persen menjadi Rp21,56 triliun, seiring pembayaran utang jangka panjang senilai Rp5,1 triliun.

Termasuk pembayaran lebih awal utang jangka panjang sebesar Rp4,3 triliun dengan menggunakan kelebihan kas dari aktivitas operasi dan melakukan pendanaan kembali pinjaman dengan tingkat bunga yang lebih rendah.

Rasio utang terhadap ekuitas dan rasio utang bersih terhadap EBITDA, relatif terkendali, masing-masing 44,3 persen dan minus 0,4x. “Kami akan terus memastikan Mitratel menjadi perusahaan menara telekomunikasi unggulan,” papar Teddy.

Ke depan, lanjutnya, Mitratel menyiapkan sejumlah langkah strategis. Misalnya, mempertahankan posisi kepemimpinan pasar, memperkuat portofolio bisnis baru, mempercepat pertumbuhan inorganik dengan target 6.000 menara pada tahun ini. Serta meningkatkan profitabilitas dan arus kas melalui efisiensi biaya.

Baca juga
Pendapatan Naik 95 Persen, Samudera Indonesia Sepakat Tebar Dividen Rp163,7 Miliar

“Kami menargetkan margin EBITDA lebih dari 80 persen dalam jangka menengah, melalui serangkaian program yang memberikan kemudahan bagi para operator telekomunikasi di Indonesia,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Komentar