Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Guru Besar FK UI, Rachel Vennya Harus Ikuti Peraturan Karantina

Kamis, 14 Okt 2021 - 13:35 WIB
Guru Besar FK UI, Rachel Vennya Harus Ikuti Peraturan Karantina  - inilah.com
istimewa

Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, 
Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) menjelaskan terkait Rachel Vennya diduga kabur saat karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), Kemayoran, sebagai warga negara seharusnya mengikuti aturan yang berlaku.

“Kalau aturan mengatakan A, tidak boleh belok kanan, kita enggak boleh belok kanan. Kalau aturan yang dibuat untuk warga negara, ya warga negara harus mengikuti,” kata Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi INILAHCOM, Jakarta, Kamis, (14/10/2021).

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu menambahkan, jika dilihat dari kacamata kesehatan, seseorang yang baru pulang dari luar negeri memiliki risiko perjalanan karena situasi pandemi Covid-19 saat ini belum dinyatakan usai. 

Baca juga
Polisi Sebut Identitas Mobil Rachel Vennya Beda dengan Database

“Dari perjalanan luar negeri ada risiko perjalanan dan wajib dilakukan karantina. Tetapi adanya karantina atau tidak karantina itu tergantung negara masing-masing,” tambah Tjandra.

Perlu diketahui, ketentuan Karantina diatur dalam SE Satgas Covid 19 Nomor 18/2021 yang mana bahwa tamu/warga yang baru datang dari Luar Negri wajib melaksanakan karantina selama 8×24 jam.

Kasus Rachel Vennya menjadi sorotan masyarakat lantara Rachel diduga kabur saat masa karantina belum berakhir. Seharusnya Rachel yang baru pulang dari New York menjalankan karantina selama delapan hari.

Tjandra Yoga menjelaskan, karantina menjadi salah satu cara untuk menekan penyebaran Covid-19, mengingat masa inkubasi virus bisa terjadi hingga 14 hari.

Baca juga
Rachel Vennya Diduga Kabur Karantina, Kemenkes Dorong Aparat Beri Sanksi Tegas

“Tetapi memang kalau karantina setidaknya tujuh sampai delapan hari. Kalau di bawah delapan hari itu tidak efektif melihat inkubasi virusnya,” tegasnya.

Jika terbukti melanggar masa karantina, Rachel Vennya bisa terjerat pasal 93 UU No.6/2018 tentang kekarantinaan. Berikut adalah isi dari pasal tersebut.

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

Tinggalkan Komentar