Guru Besar FK UI Sarankan 7 Langkah Penting Atasi Kasus Covid-19 di PON XX Papua

Guru Besar FK UI Sarankan 7 Langkah Penting Atasi Kasus Covid-19 di PON XX Papua - inilah.com
istimewa

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX menimbulkan 29 kasus positif covid-19. Satu diantaranya sudah dinyatakan sembuh.  Melihat timbulkan kasus positif Covid-19 tersebut, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Tjandra Yoga Aditama memberikan tujuh saran sebagai langkah penting untuk mengatasi kasus tersebut. Berikut adalah rinciannya:

1. 3T digiatkan

Langkah 3T yang dikenal sebagai Testing (Tes), Tracing (Telusur), dan Treatment (Tindak lanjut), adalah suatu upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kalau waktu datang para atlet semua dilakukan pemeriksaan PCR, maka artinya mereka masih tertular di Papua. Jadi 3T harus digiatkan di Papua untuk mendapat situasi epidemiologi yang tepat,” kata mantan Direktor WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis, (07/10/2021).

Baca juga  PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Pede Tangani COVID-19

2.Pemeriksaan Whole Genome Sequencing

“Karena beberapa atlet yang positif disebutkan CT value-nya rendah dan atlet tentu daya tahan tubuh bagus tapi ternyata tetap tertular, maka baik kalau semua yang positif (29 dan nanti mungkin tambah lagi) semuanya diperiksa whole genome sequencing,” tambahnya.

Whole genome sequencing adalah upaya untuk mengetahui penyebaran mutasi virus Covid-19.

3. Telusur

Hal ini harus dilakukan pada semua yang kontak dengan 29 orang yang terkonfirmasi positif.

“Kalau targetnya dari seorang diperiksa sedikitnya 15 kontak maka setidaknya harus diperiksa 450 orang, tentu termasuk sesama atlet, ofisial petugas hotel, dan lain-lain. Kalau dulu pernah ditargetkan periksa 30 kontak maka artinya yang harus diperiksa 900 orang, termasuk masyarakat setempat yang mungkin kontak juga,” paparnya.

Baca juga  Foto: Jelang Penerapan PPKM Level 3 Saat Libur Nataru, Ini Aturan Terbaru Masuk Mal di Ibukota Jakarta

4. Kedisplinan protokol kesehatan

Menjelankan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) harus ketat dijalankan. Hal ini juga berlaku untuk para penonton dan pertandingan olahraga harus jauh lebih ditingkatkan.

5. Surveilans harus lebih digiatkan agar didapat trend yang baik

“Surveilans tentu perlu dikaitkan dengan tiga hal, lokasi, jenis olahraga yang ada serta karakteristik penonton di lokasi itu,” katanya.

6. Ditangani sampai kasus negatif

“Atlet yang sekarang positif maka sebaiknya ditangani sampai negatif, jangan hanya mengikuti panduan yang sekian hari dapat bebas isolasi atau karantina,” ujarnya.

7. Pulang ke daerah tetap terpantau kesehatannya

“Kalau atlet nanti pulang ke daerahnya masing-masing maka masih perlu dalam pengawasan, akan baik juga kalau keluarganya diawasi karena kemungkinan kontak,” tegasnya.

Baca juga  Fatwa Haram Memberi ke Pengemis, Ketua PP Muhammadiyah Minta MUI Sediakan Panti Sosial

Tinggalkan Komentar