Kamis, 01 Desember 2022
07 Jumadil Awwal 1444

Habis Kenaikan Terbitlah Pembatasan Pembelian BBM

Selasa, 20 Sep 2022 - 21:04 WIB
Revisi Perpres 191 Lambat, DPR Ingatkan Aturan Pembatasan BBM
Wakil Ketua Komisi VII DPR asal PAN, Eddy Soeparno.

Untuk menjaga kuota BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi tidak tekor, pemerintah perlu segera menerbitkan aturan pembatasan. Tentu saja agar subsidinya juga tepat sasaran.

“Saat ini tidak ada hal apa pun yang menghalangi pemerintah mengeluarkan regulasi terkait pembatasan penggunaan BBM subsidi,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR asal PAN, Eddy Soeparno di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Eddy mengatakan, hingga saat ini, pemerintah sejauh ini, belum mengeluarkan aturan pembatasan BBM bersubsidi. Revisi Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, belum rampung-rampung alias lamban.

Baca juga
Muhaimin Disambut Kader dan Simpatisan di Tennis Indoor Senayan, 2024 Pasti Menang

Menurut Eddy, pembatasan tanpa adanya regulasi tidak akan efektif karena regulasi jadi dasar untuk bisa memberikan tindakan hukum. “Pembatasan (penggunaan BBM subsidi) tanpa tindakan hukum dampaknya dinilai sangat minim,” kata Eddy saat berbicara pada webinar “Pembatasan BBM Berkeadilan”, Senin (19/9/2022).

Eddy menjelaskan, sebanyak 80 persen pengguna BBM subsidi dinikmati mereka yang tidak berhak. Untuk menambah pasokan malah jadi pemborosan. Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan kecuali melakukan pembatasan seraya memperkuat pengawasan.
“Pembatasan dilakukan melalui payung hukum agar efektif di lapangan,” kata Eddy.

Saat ini, tingkat konsumsi BBM melebihi asumsi sehingga anggaran subsidi BBM terkuras. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menjelaskan bahwa ketika pemerintah menganggarkan subsidi BBM Rp502 triliun, terdapat penetapan volume BBM yang akan mendapatkan subsidi.

Baca juga
Firli Sebut 1.291 Tersangka Telah Ditahan Sejak KPK Berdiri

Hingga akhir 2022, ditetapkan bahwa kuota Pertalite adalah 23 juta kilo liter (KL) dan solar 15,1 juta KL. Nyatanya, hingga akhir Juli 2022 jatah Pertalite yang sudah terpakai mencapai 16,84 juta KL, atau 73 persen dari kuota. Sedangkan kuota solar telah telah terpakai 9,88 juta kilo liter atau 65 persen dari kuota tersedia.

Trubus Rahardiansyah, pengamat kebijakan publik, sepakat bila pemerintah segera menerbitkan aturan terkait pembatasan BBM subsidi agar memudahkan dalam distribusi oleh Pertamina sekaligus pengawasan.

Pemerintah diminta untuk tidak boleh ragu dalam memutuskan perkara BBM subsidi agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab. “Ada keuntungan di situ. Oknum bisa memainkan situasi,” kata Trubus.

Baca juga
Saat Jadi Bos PLN, Dahlan Ngaku Dipalak DPR Miliaran untuk THR

 

Tinggalkan Komentar