Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Habis Tenaga, Penyebab Gregoria Kalah di Final Australian Open

Minggu, 20 Nov 2022 - 21:34 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Habis Tenaga, Penyebab Gregoria Kalah di Final Australian Open
Gregoria Mariska Tunjung (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan An Se Young di final Australian Open 2022, Minggu (20/11/2022).

Bermain di Quay Centre, Sydney, Grego harus kalah straight game 17-21, 9-21 dari unggulan pertama turnamen seri 300 tersebut.

Usai laga, pelatih Herli Djaenudin mengungkap bahwa kondisi fisik Grego sudah mencapai batasnya di laga final.

Dalam perjalananya ke final, Gregoria harus menjalani pertandingan tiga gim ketika berhadapan dengan wakil Jepang Saena Kawakami pada perempat final dan Han Yue asal China dalam semifinal. Gregoria bahkan sampai muntah setelah pertandingannya melawan Han, Sabtu (19/11/2022).

Baca juga
UEFA Pindahkan Lokasi Final Liga Champions dari Saint Petersburg ke Paris

“Hari ini Gregoria memang (energinya) sudah habis. Rasa capeknya belum pulih. Tidak bisa mengikuti kecepatan lawan. Di gim pertama masih bisa (mengimbangi), tapi gim kedua sudah habis. Maka dia banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujar Herli dalam keterangan tertulis PBSI, Minggu (20/11/2022).

Meski begitu, menurut Herli, capaian Gregoria bisa sampai ke final di Australia merupakan hasil yang maksimal di saat kondisinya masih belum pulih 100 persen setelah mengikuti tiga turnamen Eropa.

“Gregoria belum pulih benar dari jetlag dari tur Eropa. Kondisinya memang sudah habis. Gerakan kakinya lambat bisa mengejar shuttlecock. Tetap harus tetap bersyukur dengan hasil ini,” tutur Herli.

Baca juga
Korut Bersiap Luncurkan Kapal Selam Baru yang Mampu Tembakkan Rudal Balistik

Gregoria juga mengatakan sudah sangat kelelahan pada dua pertandingan sebelumnya. Meski kalah namun dia tetap senang dengan pencapaian dia di Australia.

Pebulu tangkis peringkat ke-19 dunia itu menuturkan bahwa kondisi fisiknya yang terkuras membuat dia tidak bisa keluar dari tekanan lawan pada gim kedua. Sementara itu, performa An Se Young justru jauh lebih prima dibanding gim pertama.

“Dua pertandingan sebelumnya, saya akui benar-benar sangat melelahkan dan di final saya tidak bisa keluar dari tekanan,” ujar dia.

“Itu karena pengembalian dan kualitas lawan sangat bagus. Saat ada kesempatan mengambil poin, saya malah tidak sabar dan malah mati sendiri,” katanya menambahkan.

Tinggalkan Komentar