Hadi Tjahjanto Masuk Kabinet, Mahfud MD atau Prabowo Punya Kans Terjungkal

Hadi Tjahjanto Masuk Kabinet, Mahfud MD atau Prabowo Punya Kans Terjungkal - inilah.com
Hadi Tjahjanto digadang-gadang masuk Kabinet Indonesia Maju

Isu Presiden Joko Widodo bakal cuci gudang Kabinet Indonesia Maju, bertiup kencang. Nama Mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikabarkan masuk radar Jokowi. Kira-kira posisi apa yang pantas?

Pengamat Politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengaku juga mendengar informasi bahwa Marsekal Hadi bakal masuk kabinet. Dia memrediksi, pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini, layak menduduki posisi strategis di kabinet. “Saya yakin, Marsekal Hadi yang saat ini nonjob, bakal diberi posisi. Isunya jadi menteri,” papar Pangi kepada Inilah.com, Selasa (9/11/2021).

Kedekatan Marsekal Hadi dengan Presiden Jokowi, menurutunya, sudah bukan rahasia lagi. Dimulai ketika Hadi menjabat Komandan Lanud Adi Soemarmo, Solo, dengan pangkat kolonel (perwira menengah tertinggi) pada 2010-2011. Kala itu Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo.

Baca juga  Presiden Jokowi Lakukan Peletakan Batu Pertama Papua Youth Creative Hub di Jayapura

Ketika menjabat presiden, Jokowi menunjuk Marsekal Hadi sebagai Sekretaris Militer Presiden. Selanjutnya, dia menjabat Irjen di Kementerian Pertahanan. Banyak kasus korupsi di Kemenhan yang berhasil diungkap pria kelahiran 8 November 1963 ini.

Atas kinerja serta integritasnya, Jokowi semakin kesengsem. Dia pun memilih Hadi sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) hingga saat ini. Hadi dilantik sebagai KSAU, menggantikan Marsekal Agus Supriatna. Hingga kemudian Marsekal Hadi memegang posisi paling bergensi di TNI.

Masih kata Pangi, Presiden Jokowi tentu sudah menyiapkan posisi khusus bagi Marsekal Hadi. Paling pas, Marsekal Hadi masuk kementerian yang berkaitan dengan ketahanan negara. “Bisa Menko Polhukam atau Menteri Pertahanan,” kata Pangi.

Baca juga  Kunjungi Mesir, Komjen (Purn) Syafruddin Ziarah ke Makam Imam Syafii

Di akhir pemerintahannya, kata Pangi, Presiden Jokowi tentunya ingin mentorehkan legasi. Untuk itu perlu anak buah yang punya kemampuan menerjemahkan keinginan serta loyalitas tinggi. Apalagi menjelang Pemilu dan Pilpres, pasti banyak menteri yang melintir.

“Salah memilih menteri, sama saja bunuh diri bagi sebuah pemerintahannya. Dalam hal ini, Jokowi ekstra hati-hati dalam merekrut para pembantunya, jika palang pintu reshuffle benar-benar dibuka dalam waktu dekat,” ungkap Pangi.

Tinggalkan Komentar