Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Hadiri Rakernas NasDem, JK: 2022 Tahun Romantis Menuju 2024

Kamis, 16 Jun 2022 - 17:46 WIB
1655372273173(1) - inilah.com
Eks Wapres Jusuf Kalla (JK) menghadiri Rakernas Nasdem yang digelar di Balai Sidang Senayan, Kamis (16/6/2022). Foto: Inilah.com/Safarian Shah

Eks Wapres Jusuf Kalla (JK) menghadiri Rakernas NasDem yang digelar di Balai Sidang, Senayan, Kamis (16/6/2022). JK hadir sebagai pembicara kunci dalam kegiatan politik yang dihadiri 7.000 yang berasal dari 34 DPW parpol besutan Surya Paloh itu.

Dalam kesempatan tersebut, JK menyatakan, 2022 merupakan tahun yang romantis. Pasalnya seluruh parpol mulai melakukan penjajakan mencari pasangan pada tahun politik ini.

“Banyak yang mengatakan bahwa tahun ini politik akan panas, saya katakan tidak. Ini tahun politik yang sangat romantis. Jadi kalau kita bisa bagi, tahun ini tahun romantis, besok tahun 2023 akan pemantapan, dan 2024 memilih,” kata JK.

Baca juga
Kader NasDem Minta Anies dan Ganjar "Di-NasDem-kan", Ini Kata Surya Paloh

Mantan Ketum Partai Golkar itu mengibaratkan penjajakan dan komunikasi politik antar parpol seperti mencari jodoh untuk dibawa ke pelaminan. Dibutuhkan lobi-lobi dan banyak pertimbangan untuk menentukan pilihan terbaik.

“Kenapa saya katakan romantis, karena sama dengan orang pacaran, mencari pasangan yang cocok yang memenuhi syarat, dan ini lobi, cari pasangan. Jadi ini tahun mencari pasangan. Begitulah suasana politik kita, kadang-kadang romantis, kadang-kadang keras, kadang-kadang terpilih tetapi ujungnya tentu siapa yang terbaik yang terpilih,” bebernya.

Sebagai tokoh politik kawakan, JK juga menyampaikan pesan untuk parpol yang sedang mencari figur capres-cawapres. JK mengingatkan, parpol harus mempertimbangkan sejumlah faktor yang bakal hadir mengiringi prosesnya.

Baca juga
AHY Kunjungi Paloh, SBY Terima Kunjungan JK di Cikeas

Faktor yang dimaksud yakni pasangan, partai dan elektabilitas figur yang bakal diusung. “Ketiga faktor ini harus jadi satu, ini suasana yang paling sulit. Saya kira keadaannya, bukan kampanyenya yang sulit. Ini yang paling rumit, karena rumitnya politik kita,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Komentar