Jumat, 31 Maret 2023
09 Ramadhan 1444

Hajar Inter Milan, Tim Garuda Select Tunjukkan Progres Positif di Italia

Jumat, 20 Jan 2023 - 21:01 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Tim Garuda Select Season 5 melakukan selebrasi saat menghadapi Inter Milan U-17 pada laga persahabatan di Italia, Kamis (19/1/2023).
Tim Garuda Select Season 5 melakukan selebrasi saat menghadapi Inter Milan U-17 pada laga persahabatan di Italia, Kamis (19/1/2023). (Foto: mola)

Tim Garuda Select Season 5 menunjukkan progres positif dengan sukses mengalahkan tim U-17 Inter Milan dengan skor 2-1, Kamis lewat gol yang dicetak Rafly Ikram Selang dan Givary Lotra Widyanto.

“Saya sangat bangga atas apa yang berhasil dilakukan para pemain. Anak-anak mampu menerapkan pola permainan yang dipersiapkan dengan baik dan berhasil mencapai hasil maksimal,” kata Dennis Wise selaku Direktur Garuda Select Development Program dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/1/2023).

Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Como Academy yang juga mendampingi tim Garuda Select, juga mencatat pesatnya perkembangan pemain yang dilatihnya. “Yang paling terlihat adalah daya juang mereka, juga taktis, yang mereka dapatkan dalam latihan di lapangan, jadi akan sangat sulit bagi Inter untuk masuk ke ruang kami. Kami akan mencapai tujuan sesuai dengan jadwal yang sudah dilatih, bukan hanya keberuntungan! ” dia berkata.

“Selain dua pencetak gol tersebut, ada dua pemain yang juga patut mendapat perhatian khusus yakni Alexandro Felix Kamuru dan Andre Pangestu. Mereka harus menjadi pemain cadangan sejak awal program karena harus bersaing dengan dua pemain asing yang menggantikan posisinya, namun situasi ini mampu mempercepat perkembangan mereka karena mereka belajar dari pemain asing dan meningkatkan kemampuan individu mereka,”  kata Kurniawan.

Baca juga
Kurniawan Dwi Yulianto Ditunjuk Latih Klub Italia FC Como

“Saya sangat senang akhirnya mendapat kesempatan bermain di lapangan. Pengalaman yang luar biasa! Tensi pertandingan sangat tinggi, untungnya kami bisa tampil kompak dan menang. Tantangan terbesar adalah lawan-lawan yang ukurannya lebih besar, sehingga harus lebih kuat dan berani menghadapinya,” kata bek Garuda Select Alexandro Felix Kamuru.

“Saya belajar banyak dari menonton Diego (pemain Como yang bermain untuk Garuda Select) di pertandingan terakhir dan terutama di pertandingan sebelumnya, bagaimana dia benar dalam pergerakannya. Setelah tampil buruk di babak pertama, saya merasa lebih baik di babak kedua seperti yang diinstruksikan oleh pelatih. Kerja tim adalah hal terbaik di lapangan. Jika kami kehilangan bola, kami kembali bersama untuk mendapatkannya kembali. Dan ketika dia menangkapnya, mereka semua menyerang bersama lagi. Hal ini sesuai dengan kebutuhan staf kepelatihan dalam latihan,” kata bek Garuda Select Andre Pangestu.

Baca juga
Hasil Liga Champions: Lewy Selamatkan Muka Barcelona saat Ditahan Inter 3-3

Program kepelatihan Garuda Select memadukan pemain muda Indonesia dengan banyak talenta muda asing yang sudah memiliki pengalaman dari akademi kelas dunia, memberikan kompetisi yang diharapkan dapat mendorong perkembangan pemain Indonesia. “Kami senang melihat program ini layaknya sebuah program pertukaran pelajar internasional. Siswa tidak akan berkembang secara maksimal jika mereka hanya berkumpul dengan sesama orang Indonesia. Mereka harus membuka wawasan dengan melihat bagaimana pemain muda lain berlatih, menjaga disiplin dan bersaing dengan mereka,” kata Mirwan Suwarso, perwakilan Mola yang membantu menyelenggarakan program Garuda Select.

Dennis Wise senada dengan pernyataannya, “Pemain Indonesia yang datang ke program kami memiliki pengetahuan sepak bola yang terbatas, dan kehadiran pemain asing menunjukkan level yang harus dicapai pemain Indonesia untuk dapat bersaing memperebutkan menit bermain di program ini.”

“Namun perlu dicatat bahwa pada akhirnya tujuan kita hanya untuk meningkatkan kualitas individu para pemain Indonesia agar lebih cepat berkembang untuk mewujudkan impiannya, itu tugas kita, bukan untuk menciptakan tim nasional yang akan bersaing,” kata Mirwan. . “Kami berharap para pemain terus berkembang saat kembali ke klubnya nanti, dan saat kembali ke Indonesia, perlu ada infrastruktur yang cukup agar mereka bisa berkembang lebih jauh. Pesepakbola itu seperti senjata, harus digunakan dengan baik dan merawatnya.” yang menggunakannya. Punya senjata bagus percuma kalau pemiliknya tidak bisa membidik dan menembak dengan baik,” tambah Mirwan.

Baca juga
Sempat Tertahan Imigrasi Malaysia, Pemain Timnas Saddil Ramdani Curhat Ingin Pulang

Tim Garuda Select selanjutnya akan menghadapi AC Monza Academy pada 24 Januari dan Como Academy pada 29 Januari sebelum kembali ke home base di Loughborough, Inggris.

Tinggalkan Komentar