Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Haji Isam Polisikan Mantan Tim Pemeriksa Direktorat Pajak Terkait Kesaksian Palsu

Jumat, 29 Okt 2021 - 11:37 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Haji Isam Polisikan Mantan Tim Pemeriksa Direktorat Pajak Terkait Kesaksian Palsu - inilah.com
ist

Pengusaha tambang batubara asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam melaporkan eks mantan tim pemeriksa Direktorat Pajak Yulmanizar ke Polisi terkait memberikan keterangan palsu di Pengadilan.

Selain dugaan tindak pidana memberikan keterangan kesaksian palsu, Yulmanizar juga dinilai telah melakukan pencemaran nama baik kepada pengusaha pribumi itu.

“Atas keterangan Sdr. Yulmanizar dalam persidangan, demi menjaga nama baik dan demi kepastian hukum, Haji Isam telah mengajukan laporan polisi atas adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Sdr. Yulmanizar, yakni tindak pidana pencemaran nama baik, firnah dan/atau kesaksian palsu di atas sumpah sebagaimana diatur dalam Pasal 310 ayat (1), Pasal 311 ayat (1), dan/atau Pasal 242 ayat (1) KUHP,” kata Juanedi, kuasa hukum Haji Isam kepada Inilah.com, Jumat (29/10/2021).

Baca juga
Foto: Sepeda Motor Nekat Terobos Jalur Flyover Pesing Jakarta

Persidangan yang maksud Juanedi yaitu, persidangan terdakwa kasus suap Angin Prayitno selaku mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak. Dalam persidangan pada 4 Oktober 2021, Yulmanizar mengaku bertemu konsultan pajak dari PT. Jhonlin Baratama (JB) bernama Agus Susetyo.

Kepada Yulmanizar, Agus mengaku sebagai utusan Haji Isam untuk mengkondisikan nilai pajak PT Jhonlin Baratama.

Junaedi membantah kesaksian Yulmanizar tersebut. Haji Isam tidak pernah mengenal Agus Susetyo.

“Haji Isam tidak pernah mengenal Sdr. Agus Susetyo selaku konsultan pajak JB dan Sdr. Yulmanizar, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Junaedi.
 
Haji Isam sebagai ultimate shareholder, lanjut Junaedi, tidak pernah melakukan pengurusan terhadap perusahaan-perusahaan Jhonlin Group, khususnya JB, sehingga tidak mengetahui hal-hal terkait day-to-day operasional perusahaan, khususnya mengenai perpajakan.

Baca juga
Polisi Panggil Selebgram Chika Terkait Kasus Bos PS Store

“Perusahaan-perusahaan di bawah naungan JG tentunya selalu mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), dan Haji Isam tidak pernah melakukan intervensi terhadap kepengurusan perusahaan, terlebih lagi urusan perpajakan,” ujarnya.

Junaedi menambahkan, Haji Isam menghormati proses persidangan kasus suap pajak dengan terdakwa Angin Prayitno. Haji Isam, kata dia, berkomitmen mendukung hukum dan pemerintahan.

“Komitmen Haji Isam untuk mendukung pemerintah untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri pun ditunjukkan dengan pembangunan Pabrik Biodiesel terbesar di Kabupaten Tanah Bumbu di bawah naungan PT Jhonlin Agro Raya. Pabrik Biodiesel tersebut diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada tanggal 21 Oktober 2021,” katanya.

Baca juga
CT Sebut Pengusaha Kakap Lari dari Pajak Tak Ditangkap, Sri Mulyani Melempem

Junaedi pun mengharapkan proses hukum terhadap Yulmanizar berjalan sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan.

“Kini Haji Isam mengharapkan keadilan dan rehabilitasi nama baik yang mengaitkan nama beliau dengan kasus pajak,” tandas Junaedi.

Tinggalkan Komentar