Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Haji Syafruddin: Tren Sekolah di Pesantren Meningkat

Haji Syafruddin - inilah.com
Wakil Ketua Umum DMI, Haji Syafruddin di Ponpes Darunnajah, Kamis(10/02).

Ketua Yayasan Indonesia Mengaji Komjen Pol (Purn) DR. (HC) H. Syafruddin, M.Si mengunjungi Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, (10/2).

Haji Syafruddin disambut oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah KH. Dr. Sofwan Manaf dan pimpinan lainnya. Haji Syafruddin didampingi oleh Wakil Sekjen DMI H. Anizar Masyhadi, Ketua Program DMI H. Buyung Wijaya dan Andi Gasli.

Whatsapp Image 2022 02 10 At 11.56.13 Am - inilah.com

Dalam sambutannya Kiai Sofwan Manaf mengapresiasi dan senang dengan kunjungan haji Syafruddin.

Kiai Sofwan menjelaskan pesantren Darunnajah adalah pesantren wakaf dengan 20 cabang yang santrinya berjumlah lebih dari 13 ribu. Selain pesantren, Darunnajah juga memiliki 3 perguruan tinggi dan tanah wakaf mencapai lebih dari 900 hektar.

Baca juga
Pasien Baru Omicron Transmisi Lokal Tidak Bergejala

Pimpinan pondok pesantren Darunnajah meminta bantuan Pak Syaf menjadi leading sektor sebagai mediator untuk conecting ke beberapa perguruan tingggi ternama yg berada di Timur tengah agar para lulusan pondok pesantren dapat melanjutkan study ke universitas ternama yang berada di timur tengah diantaranya univ. Umul Qura di Makkah dan Univ. Madinah di madinah

Mantan Wakapolri tersebut menyampaikan bahwa dengan adanya Pandemi tidak mensurutkan semangat dalam belajar dan menuntut ilmu.

Syafruddin menjelaskan bahwa peradaban Islam pernah berjaya dengan imperiumnya dimulai setelah meninggalnya Rosulullah; Khulafa Ar-Rosyidin, bahkan tokoh2 dunia saat itu dikuasi oleh mayoritas umat Islam. Kekuasan Islam saat itu sampai kepada Eropa.

Baca juga
Bea Cukai Palangkaraya Berantas Narkotika di Wilayah Kalimantan

Whatsapp Image 2022 02 10 At 11.56.12 Am (1) - inilah.com

Syafruddin mendorong kepada para santri dan santriwati untuk mempersiapkan diri dalam pergulatan global dimasa depan.

Indonesia menurutnya akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030, dimana tatanan kehidupan di Indonesia akan dipegang oleh kalangan muda dibawah 40 tahun.

Syafruddin berharap kelak lulusan-lulusan pondok pesantren akan menyebar dan menjadi penentu masa depan bangsa Indonesia.

Pesantren harus melahirkan para cendekiawan Islam, melahirkan pakar kedokteran, ahli pertanian, ahli strategi dsbnya, imbuhnya.

Haji Syafruddin menjelaskan bahwa Insya Allah dunia akan kembali kepada siklusnya, dimana Islam akan menjadi lokomotif memimpin dunia ini. Saat ini geliat dan ghiroh para orang tua mensekolahkan anak-anaknya di pesantren trennya meningkat, ini membuktikan adanya kepercayaan yang tinggi terhadap pola pendidikan Islam di Indonesia; Pesantren.

Baca juga
Pariwisata di Wonosobo Menggeliat Lagi di Tengah Pandemi

“Saya berharap para santri membaca buku, bacaan kalian akan menjadi referensi yang kuat, yang kemudian hari akan menjadi sangat penting dalam kehidupan”, tegasnya.

Tinggalkan Komentar