Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Hakim Curiga Kenapa Ariyanto Kerja Sampai Tengah Malam di Hari Kematian Brigadir J

Kamis, 10 Nov 2022 - 15:47 WIB
Hakim Curiga Kenapa Ariyanto Kerja Sampai Tengah Malam di Hari Kematian Brigadir J
Tersangka kasus Obstruction of Justice pembunuhan berencana Brigadir J, Hendra Kurniawan (tengah) (Foto: Antara)

Ketua Majelis Hakim Ahmad Suhel mengaku heran dan sedikit curiga dengan kesaksian pekerja harian lepas (PHL) Divpropam Polri, Ariyanto.

Ariyanto masih terjaga di kantor Divpropam Polri hingga larut malam saat tragedi pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat terjadi.

“Ini di BAP Saudara sampai jam 24.00 WIB yang di tanggal 8 (Juli) dari jam 18.00 WIB sampai jam 24.00 tadi saudara ditanyakan saudara bahwa pulang setelah Sambo pulang. Ini Sambo tanggal 8 sudah pulang pas nganter surat, tapi Saudara ini masih di kantor. Ada apa lagi?” tanya Hakim Suhel dalam sidang lanjutan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria di PN Jaksel, Kamis (10/11/2022).

Baca juga
Tiga Tersangka Pembunuhan Brigadir J Turut Bersaksi di Sidang Etik Ferdy Sambo

“Karena setahu saya beliau main bulutangkis,” jawab Ariyanto.

Menurut Ariyanto, Ferdy Sambo biasanya menyambangi kantor Divpropam Polri usai berolahraga untuk sekadar mandi dan membersihkan diri.”Ada nggak dia ke kantor?” tanya hakim Suhel.

“Nggak ada,” jawab Ariyanto.

Kemudian, hakim Suhel menanyakan alasan Ariyanto masih standby di kantor hingga pukul 00.00 WIB, padahal Ferdy Sambo tidak jadi bermain badminton.

“Jam 12 malam ada peristiwa apa? Kok sampai malam? Tadi kan Saudara membereskan kalau Sambo sudah pulang. Ini dia nggak balik kantor, tidak juga main badminton atau tidak mandi lagi di kantor. Tapi, Saudara tetap bertahan sampai jam 24.00, ada kegiatan apa di situ?” tanya hakim lagi.

Baca juga
Komnas HAM Kantongi Lokasi dan Waktu Tewasnya Brigadir J

“Nggak ada,” ujar Ariyanto.

“Ngapain, Pak?” tanya hakim lagi.

“Standby saja. Takut ada perintah. Hanya duduk-duduk saja,” jawab Ariyanto.

Ariyanto mengaku baru mengetahui tragedi penembakan yang menewaskan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat pada Senin (11/7/2022).

Tinggalkan Komentar