https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   20 September 2021 - 14:47 wib

Kisah Hakim Agung Supandi Bocah Kebon dari Deli

Hangout
berita-headline

istimewa

Tak semua orang tahu kisah perjalanan Supandi, seorang hakim agung yang kini menjabat sebagai Ketua Kamar Tata Usaha Negara Mahkamah Agung. Banyak pengalaman menarik semasa hidupnya sejak masih kecil hingga menjadi orang besar.

Kisah ini dimulai dari kakeknya yang bernama Ki Ibrahim yang berasal dari Desa Tlutup, Juwana, Pati, Jawa Tengah dan kemudian lari ke Tanah Deli karena berseteru dengan mandor pabrik gula milik Belanda. Selanjutnya bergabung di perkebunan Hindia Belanda.

Sementara ayahnya yang bernama Ngadimun sejak dulu menderita sakit paru-paru karena terlalu lama di hutan saat agresi Belanda I dan II. Kondisi tersebut menjadikan Supandi dibesarkan oleh kakek dan neneknya yang sehari-hari sebagai pekerja kebun.

"Saya kalau menceritakan ini sulit, karena cukup sedih," ujar Supandi.

Dirinya menceritakan bagaimana kesehariannya yang selalu berada di kebun milik orang untuk bekerja demi mendapatkan uang untuk makan. Hingga akhirnya ia menjuluki dirinya dan teman-teman sebayanya 'bocah kebon'.

Sulitnya mendapatkan makanan enak, dirinya pun kerap memakan ulat turi saat berada di kebun. Ulat turi merupakan ulat yang biasa menempel di pohon turi dan bisa menjadi santapan bocah-bocah kebon masa itu.

Berwarna putih susu dan bermoncong serta kenyal membuat siapapun yang memakannya tentu menjijikan. Namun itu sudah menjadi makanan kebiasaan setiap bocah kebon.

Karena jika digoreng, ulat turi yang awalnya menjijikkan itu rasanya ternyata gurih. Sejumlah orang mempercayai, mengonsumsi ulat sutra bisa menyembuhkan masalah mulut seperti sariawan atau gusi bengkak.

Namun siapa sangka kakek buyut Supandi adalah seorang tumenggung dari Keraton Surakarta yang bernama Raden Matkasan. Dan terlibat aktif membantu perjuangan Pangeran Diponegoro memerangi kolonial Belanda.

Giatnya Supandi dalam menuntut ilmu sejak kecil dan selalu bekerja keras, menjadikan dirinya tahan banting hingga akhirnya menjadi seorang Hakim Agung. Bahkan semua kisahnya itu telah dirangkum menjadi sebuah buku berjudul 'Bocah Kebon Dari Deli' yang ditulis oleh Irawan Santoso.

Dirinya berpesan kepada generasi muda untuk tetap semangat dan bekerja keras demi menggapai cita-cita. "Jika tidak ada semangat untuk bekerja, tentu sulit meraih impian di masa depan," pesan Prof Supandi.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

MA Tolak Kasasi Kasus Habib Rizieq Shihab Terkait Kerumunan Petamburan

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi terkait kasus karantina kesehatan atau kerumunan di
berita-headline

Viral

KPK Diharap Periksa Keterlibatan Hakim terkait Kasus Nurhadi

Direktur KPK Watch Indonesia M. Yusuf Sahide mendesak KPK segera memanggil hakim agung yang didug