Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Hanya dalam 3 Bulan, Laba Bersih Medco Energi Meroket 1.659 Persen

Kamis, 16 Jun 2022 - 20:49 WIB
Hanya dalam 3 Bulan, Laba Bersih Medco Energi Meroket 1.659 Persen
Medco Energi kebagian rejeki nomplok dari bisnis migas. (Viva).

Tahun 2022 bisa jadi menjadi tahun keemasan bagi industri migas, termasuk PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Tiga bulan pertama, laba bersih perusahaan migas yang didirikan oleh mendiang Arifin Panigoro ini naik signifikan.

Dikutip dari laporan keuangan dalam Keterbukaan Informasi, Jakarta, Kamis (16/6/2022), MEDC membukukan laba bersih US$90,03 juta di kuartal I-2022. Atau setara Rp1,29 triliun (kurs Rp14.349/US$)

Realisasi laba bersih MEDC melejit 1.661 persen dari periode yang sama pada 2021 sebesar US$5,11 juta, sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan di Keterbukaan Informasi, Kamis (16/6/2022).

Lonjakan laba didorong oleh pertumbuhan pendapatan MEDC sebesar 62 persen menjadi US$489,34 juta pada kuartal I-2022. Diketahui pada periode sama tahun lalu MEDC membukukan pendapatan sebesar US$301,94 juta.

Baca juga
Kuartal I-2022, BTPN Syariah Kempit Laba Bersih Rp411 Miliar

Kontrak penjualan minyak dan gas menjadi penopang pendapatan perseroan, disusul kontrak konstruksi dan penjualan listrik. Adapun sebagian besar kontrak datang dari pasar domestik, sedangkan pasar mancanegara hanya menyerap kontrak migas.

Sejalan kenaikan pendapatan, beban pokok dan biaya langsung MEDC juga meningkat menjadi US$247,34 juta, meningkat 36 persen ketimbang kuartal I-2021 sebesar US$181,87 juta.

Dengan demikian, laba per saham dasar perseroan mencapai US$0,00361 atau lebih tinggi dari periode sama tahun 2021 senilai US$0,00020.

Per 31 Maret 2022, MEDC mencatatkan total aset sebanyak US$6,99 miliar, lebih tinggi dari posisi aset akhir 2021 sebesar US$5,68 miliar. Jumlah kewajiban pembayaran utang atau liabilitas perseroan bertambah menjadi US$5,70 miliar, dibandingkan akhir 2021, sebesar US$4,45 miliar. Sedangkan total ekuitas perseroan tumbuh menjadi US$1,29 miliar, sebelumnya US$1,22 miliar.

Tinggalkan Komentar