Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Hanya Dirawat Sang Nenek, Bayi Kembar di Buleleng Butuh Bantuan

Bayi Kembar Buleleng
Bayi kembar di Buleleng dirawat sang nenek dan dibantu para tetangga

Seorang nenek bernama Luh Yasmini di Dusun Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali merawat cucunya yang kembar setelah orang tua si bayi pergi meninggalkannya.

Bayi kembar yang keduanya berjenis kelamin laki-laki itu hingga saat ini belum diberi nama setelah lahir pada 12 Desember 2021. Si sulung memiliki berat 2,1 kilogram sedangkan adiknya memiliki berat 2,4 kilogram.

Orang tua si bayi yakni Gede Eri Suandana (28) dan Luh Merta Sari Dewi (28), namun keduanya telah berpisah sebelum si jabang bayi lahir. Ini terjadi karena sang suami memiliki wanita simpanan.

Baca juga
Yacht Berbendera Malaysia Terdampar di Pantai Bali

Setelah melahirkan pada 12 Desember 2021 lalu, tiga hari kemudian bayi kembar itu diserahkan kepada Gede Eri untuk merawatnya. Namun pada awal Februari 2022, ayah bayi kembar itu memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Hal itu dilakukan karena kesulitan ekonomi. “Pas anak saya dibilang gantung diri, keluarga di sini semua kaget. Karena tidak ada wasiat apa-apa. Anaknya juga masih kecil-kecil,” kata Luh Yasmini.

Kini bayi kembar malang itu hanya dirawat oleh sang nenek yang kondisi perekonomiannya terbilang pas-pasan. Bahkan tetangga sekitar kerap membantu mencukupi kebutuhan untuk dua bayi laki-laki itu.

Baca juga
Ada Pesan dari Sultan: Dengar Naufan Sembuh, Kami Ikut Sembuh

Luh Yasmini mengakui dirinya membutuhkan uluran tangan dari orang-orang baik untuk membantu kebutuhan sehari-hari cucunya. Sementara ia hanya mengandalkan dari hasil berdagang kecil-kecilan di rumah.

Terlebih lagi, salah satu bayi yang dirawatnya tengah mengidap penyakit yakni gangguan paru. “Saya sudah ke dokter dua kali, katanya ada lendir di paru-parunya. Sekarang sudah ada beberapa donatur yang membantu, ada yang ngasih beberapa susu,” ujarnya.

Malangnya lagi, bayi kembar itu belum tercatat dalam administrasi kependudukan. Sehingga tidak bisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) program pemerintah.

Karena itu melalui sang nenek, dua bayi laki-laki itu membutuhkan bantuan dari orang-orang baik untuk mencukupi kebutuhan susu, pampers serta uang untuk pengobatan penyakit paru yang diderita salah satu bayi tersebut.

Tinggalkan Komentar