Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Harga BBM Bakal Naik, Hyundai: Momentum Konversi Mobil Listrik

Kamis, 01 Sep 2022 - 15:46 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Mobil listrik Hyundai Ioniq 5 - Inilah.com
Mobil listrik Hyundai Ioniq 5 - (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) turut merespons kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Makmur mengatakan perusahaannya masih menunggu keputusan pemerintah.

“Kita tunggu saja naiknya berapa (persen),” kata Makmur seperti dikutip dari Antara, Kamis, (1/9/2022).

Makmur menuturkan Hyundai tetap optimistis walau kenaikan harga BBM diperkirakan bakal menyebabkan syok terhadap permintaan kendaraan dari konsumen. “Kalau sekarang, kan, mereka (masih) tidak ada pilihan karena Pertalite adalah (BBM) paling murah saat ini,” kata Makmur.

Lebih lanjut, Makmur mengatakan pihaknya juga yakin pertumbuhan permintaan pasar terhadap kendaraan bermotor terus naik. Bahkan, kondisi tahun ini diprediksi bakal lebih baik ketimbang tahun lalu.

Baca juga
Pendiri Startup Mobil Listrik Nikola Kembali Tersangkut Kasus Penipuan

“Walaupun dengan (isu) inflasi, kenaikan BBM, kita optimistis industri otomotif di Indonesia akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat kebutuhan akan otomotif masih tinggi,” ucapnya.

Dengan harga BBM naik, Makmur berujar momentum ini mampu membuka potensi dan peluang terkait minat kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan listrik (EV). “Potensi EV pun semakin besar, apalagi dengan kenaikan BBM. Namun, sebenarnya, tanpa BBM naik pun, penerimaan EV sangat baik,” kata dia.

Di sisi lain, Makmur merekomendasikan pengguna kendaraan segmen low MPV terbarunya, yakni Stargazer, untuk menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax. BBM jenis ini dinilai mampu memaksimalkan performa mobil.

Baca juga
Ada Masalah di Layar Sentuh, Tesla Tarik 130 Ribu Kendaraan

“Kalau kita kejar performa, dengan kompresinya yang tinggi, maka, kita membutuhkan oktan yang tinggi juga,” kata Makmur.

Harga BBM bersubsidi disinyalir akan naik di rentang Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per liter. Adapun saat ini, harga Pertalite Rp 7.650 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter. Artinya, kenaikan harga BBM itu bisa mencapai sekitar 39,21 persen.

Hyundai sendiri memilki deretan mobil listriknya, yakni Hyundai Ioniq 5 dan dipajang pada ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022.

Hyundai IONIQ 5 memiliki dua pilihan baterai, yakni varian Standard Range yang dibekali baterai 58 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 384 km.

Tinggalkan Komentar