Senin, 27 Juni 2022
27 Dzul Qa'dah 1443

Harga BBM di AS Melonjak, Pemerintah-Produsen akan Gelar Rapat Darurat

Jumat, 17 Jun 2022 - 15:07 WIB
Harga Bbm As
(foto: capitalcounselor.com)

Menteri Energi AS Jennifer Granholm akan menggelar rapat darurat dengan produsen bahan bakar minyak (BBM) pekan depan, kata juru bicara departemen, Kamis (16/6/2022).

Ketegangan antara pemerintah AS dan Big Oil –sebutan bagi para perusahaan gas dan minyak terbesar di dunia– meningkat akibat lonjakan harga BBM di negara itu.

Mengutip Reuters, Jumat (17/6/2022), rencana pertemuan darurat itu muncul ketika Presiden AS Joe Biden menuntut penjelasan dari para penyuling minyak kenapa tidak memasok lebih banyak BBM di pasaran ketika mereka meraih ‘rezeki nomplok’.

Biden sedang berada dalam tekanan akibat rekor harga BBM ketika inflasi menjadi masalah utama bagi para pemilih menjelang Pemilu AS pada November.

Rapat darurat itu akan ‘membahas langkah-langkah yang dapat diambil perusahaan untuk meningkatkan kapasitas penyulingan dan mengurangi harga BBM dalam waktu dekat’, kata juru bicara departemen.

Beberapa sumber sebelumnya mengatakan pertemuan itu akan digelar pada 23 Juni, tetapi departemen belum menetapkan tanggal yang pasti.

Baca juga
Yaman ‘Ngamuk’ ke Arab Saudi, Harga Minyak Bertengger di US$120 per Barel

Raksasa-raksasa energi meraup untung besar sejak Rusia menginvasi Ukraina, ketika sanksi AS terhadap Rusia menambah tekanan pada pasokan minyak global.

Sejak itu, harga minyak mentah menyentuh angka US$120 per barel dan harga bensin di AS mencapai rekor US$5 per galon (atau Rp74.163 per 3,79 liter).

Biden pada Rabu (15/6/2022) mengirimkan surat kepada para pemimpin perusahaan, seperti Marathon Petroleum Corp, Valero Energy Corp, serta Exxon Mobil Corp, dan mengatakan bahwa dia telah memerintahkan Menteri Energi Granholm untuk menggelar pertemuan.

“Seperti ditegaskan Presiden dalam suratnya, dia juga bersiap untuk menggunakan semua perangkat dan kewenangan yang wajar, sebagaimana mestinya, untuk membantu meningkatkan kapasitas dan keluaran, dan mengurangi harga bahan bakar,” kata juru bicara departemen.

Kelompok-kelompok perdagangan besar dalam industri minyak AS pada Rabu membalasnya dengan surat ke Biden.

Baca juga
Tidak Ampuh, AS Tunda Vaksin Pfizer untuk Anak

Mereka mengatakan penyulingan minyak di negara itu sudah 94 persen atau mendekati kapasitas penuh.

“Setiap pernyataan bahwa para penyuling AS tidak melakukan tugasnya untuk menciptakan stabilitas di pasar adalah kebohongan,” kata Chet Thompson, ketua Produsen Bahan Bakar dan Petrokimia AS.

Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan kepada media bahwa pemerintah ingin mendengarkan gagasan dari kalangan produsen energi.

“Mungkin ada cara yang bisa kami lakukan untuk membantu mereka mencapai kapasitas itu,” kata dia.

Komentar Jean-Pierre terdengar lebih lunak ketimbang pernyataan Biden pekan lalu ketika dia mengatakan “Exxon menghasilkan uang lebih banyak daripada Tuhan tahun ini.”

Gedung Putih, yang khawatir dengan kegusaran masyarakat jelang pemilihan tengah periode 8 November, mencoba meredam inflasi energi dengan melepas cadangan minyak mentahnya.

Mereka juga menghapus regulasi anti asap pada campuran bensin selama musim panas.

Baca juga
Eskalasi Rusia-Ukraina Genjot Harga Minyak Nyaris US$100 per Barel

Pemerintah AS dapat mengambil langkah tambahan untuk menurunkan harga, salah satunya dengan menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan peninggalan era Perang Dingin untuk mengaktifkan lagi kilang-kilang penyulingan yang menganggur.

Surat Biden ke produsen juga mengatakan Granholm akan berbicara tentang cara mengatasi kenaikan harga minyak dengan Dewan Minyak Bumi Nasional.

Dewan itu merupakan panel swasta dari para pakar energi yang membuat rekomendasi kepada menteri energi dan pejabat eksekutif terkait.

Tinggalkan Komentar