Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Harga Bitcoin Tak Goyah dengan Meroketnya Inflasi di AS

Kamis, 14 Jul 2022 - 16:24 WIB
Harga Bitcoin Tak Goyah dengan Meroketnya Inflasi di AS
Kripto/ist

Inflasi yang meroket di Amerika Serikat atau AS ternyata tidak menggoyang posisi Bitcoin. Meski inflasi AS tembus 9,1 persen, harga Bitcoin tetap bertengger di level US$20.000.

Data dari CoinMarketCap Kamis (14/7/2022) pukul 13.30 WIB, harga Bitcoin masih pada posisi aman yakni US$20.108,11.

Dengan posisi Bitcoin ini menunjukkan jika aset kripto tersebut tidak berdampak pada inflasi di AS yang telah rilis pada Rabu (13/7) kemarin. Sebab beradasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS menyebut Indeks Harga Konsumen (CPI/IHK) mencapai 9,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Bursa saham AS pada hari ini juga mengakhiri perdagangan dengan penurunan. Dengan demikian naiknya harga Bitcoin memicu beberapa kritik dari analis kripto.

Baca juga
Jadi Sponsor Bali United, Pintu Edukasi Aset kripto ke Suporter Sepak Bola

“Biasanya, ini adalah berita buruk bagi ekonomi dan pasar,” kata Alexandre Lores, Director of Blockchain Markets Research Quantum Economics, seperti mengutip CoinDesk.

“Apakah itu hanya bagian dari data ekonomi buruk yang dilemparkan ke tumpukan, atau apakah ini sudah diperhitungkan, sejauh ini investor setuju dengan hal itu,” ujarnya.

Sebelumnya, dampak dari meroketnya inflasi di AS banyak memiliki dampak. Salah satunya Dana Moneter Internasional atau IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerikas Serikat (AS). Sebelumnya IMF memproyeksi pertumbuhan AS di bulan Juni sebesar 2,9 persen menjadi 2,3 persen pada 2022.

IMF melakukan pemangkasan ini setelah melihat angka pengangguran di AS yang melonjak sebanyak 3,7 persen. Jumlah ini melesai jauh dari perkiraan sebelumnya. Sebab pada awal tahun kemarin lembaga tersebut memperkirakan tingkat pengangguran di AS hanya akan berada pada angka 3,2 persen.

Baca juga
Lewat RUU PPSK, BI dan OJK Ingin Rebut Pengawasan Aset Kripto dari Bappebti

“Pemotongan proyeksi IMF terhadap pertumbuhan ekonomi AS menyusul data terbaru yang menunjukkan melemahnya pengeluaran konsumen,” kata pejabat IMF.

Tinggalkan Komentar