Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Harga Cabai hingga Daging di Sleman Melonjak Tajam

Senin, 06 Jun 2022 - 17:56 WIB
Harga Cabai hingga Daging di Sleman Melonjak Tajam
Harga Sayuran/Foto: Antara

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat harga komoditas cabai rawit merah dan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Sleman mulai merangkak naik.

“Pada pekan ini komoditas cabai rawit merah dan daging sapi rendang (KW2) di sejumlah pasar tradisional di Sleman mulai merangkak naik,” kata Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Kabupaten Sleman Nia Astuti di Sleman, Senin (6/6/2022).

Menurut dia, untuk harga cabai rawit merah saat ini mencapai sekitar Rp79.000 hingga Rp80.000 per kilogram, sebelumnya harga cabai rawit merah berkisar pada Rp35.000 per kilogram.

“Sedangkan harga daging sapi rendang rata-ratanya Rp122.500 per kilogram, dan harga daging sapi tertingginya sudah mencapai Rp135 ribu per kilogram,” katanya.

Baca juga
Sapi Mati Karena PMK, Gunung Kidul Tutup 11 Pasar Ternak

Ia mengatakan, kenaikan harga cabai merah tersebut karena faktor cuaca, yakni karena masih sering turun hujan sehingga menyebabkan tanaman cabai rawit terserang “patek”.

“Patek ini mengakibatkan tanaman cabai mati, sehingga panen tidak optimal,” katanya.

‘Patek’ atau antraknosa adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Penyakit ini berkembang pesat pada kondisi kelembaban tinggi. Penyakit patek ini umumnya menyerang hampir seluruh bagian tanaman cabai, mulai dari ranting, daun, cabang hingga buah sehingga menyebabkan kerugian besar secara ekonomi di sektor pertanian cabai.

Nia mengatakan, untuk kenaikan harga daging sapi ini kemungkinan dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya, karena merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah.

Baca juga
Harga Cabai di Sumbar Turun Rp20 Ribu per Kilogram

“Selain itu, penutupan rumah pemotongan hewan (RPH) Segoroyoso Kabupaten Bantul juga ikut berdampak pada pasokan daging di Sleman,” katanya.

Ketua Forum Petani Kalasan, Janu Riyanto mengatakan produktivitas panen petani cabai rendah karena faktor cuaca.

“Banyak tanaman cabai yang terkena hama patek dan fusarium sehingga membutuhkan perawatan ekstra. Sehingga produktivitas cabai rawit saat ini cukup rendah,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini harga cabai rawit merah di tingkat petani mencapai Rp77.000 per kilogram.

“Tetapi, meskipun harganya tinggi, tetapi produktivitas panennya rendah. Dalam 1.000 meter persegi lahan pertanian cabai, paling bisa menghasilkan panen 5-10 kilogram,” katanya. [ikh]

Tinggalkan Komentar