Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Harga Daging Ayam Anjlok, Mendag Zulhas: Kasihan Peternak

Kamis, 18 Agu 2022 - 11:03 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Ahmad Munjin
Harga Daging Ayam Anjlok, Mendag Zulhas: Kasihan Peternak - inilah.com
Zulhas saat blusukan di Pasar Tomang Barat, Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat, Kamis (18/8/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan menyoroti anjloknya harga daging ayam yang ia pantau dalam beberapa kunjungannya ke pasar tradisional. Zulhas bahkan mengaku prihatin dengan omset yang diperoleh peternak.

Apalagi, ia menggarisbahwai, jika harga daging ayam terus menunjukkan penurunan signifikan. Saat ini, harga daging ayam berada dalam kisaran Rp26.000 per kilogram. Posisi ini turun setengah harga dari sebelumnya berada di Rp52.000.

“Kalau ayam di harga segitu saya tidak senang, kasihan peternak ayam,” kata Zulhas saat blusukan di Pasar Tomang Barat, Jalan Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat, Kamis (18/8/2022).

Harga tersebut, lanjut dia, justru berbanding terbalik dengan nilai komoditas telur ayam yang kini bertengger di angka Rp30.000, lebih tinggi dari harga dagingnya.

Baca juga
Berdagang dengan Negeri K-POP, Mendag Zulhas Sebut Sejuta Manfaatnya

Zulhas mengatakan, peternak ayam bisa saja merugi karena imbas omset yang diterima hanya berkisar Rp15.000 per kilogram. Hal ini jauh dari omset minimal yang biasanya diterima oleh peternak sekitar Rp19.000 per kilogram.

“Kalau Rp26.000 di pasar, berarti grosir besar beli Rp20.000, grosir besar ke peternak ayam beli Rp15.000 ribu ya rugi. Karena peternak ayam itu paling murah, pulang pokok itu Rp19.000. Kalo dia untung, jualnya Rp23.000-24.000. Sekarang kalau dijual Rp14.000 ya rugi,” ungkap Zulhas tandas.

Demi mencegah kerugian peternak, Zulhas pun menyarankan agar telur ayam yang baru menetas langsung dimatikan karena pasokannya mengalami oversupply.

“Oleh karena itu sekarang kita harus menjaga harga-harga dan ayam akan kita coba kurangi mengimpor, ibunya petelur (untuk ditetaskan) itu akan kita kurangi,” tegas Zulhas.

Tinggalkan Komentar