Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Harga Emas Bangkit, Tapi Kantongi Kerugian Bulanan Terburuk sejak September 2021

Selasa, 01 Feb 2022 - 10:04 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Harga Emas Bangkit - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Senin atau Selasa (1/2/2022) pagi WIB. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS menempatkan emas tidak memberikan imbal hasil sehingga mencatat kerugian bulanan terburuk sejak September 2021.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 9,80 dolar AS atau hampir 0,6 persen, menjadi menetap di 1.796,40 dolar AS per troy ounce. Emas rebound setelah jatuh ke level terendah sekitar enam minggu akhir pekan lalu.

Akhir pekan lalu, Jumat (28/1/2022), emas berjangka jatuh 8,4 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.786,60 dolar AS, setelah anjlok 36,6 dolar AS atau 2,0 persen menjadi 1.793,10 dolar AS pada Kamis (27/1/2022), serta merosot 22,8 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1.829,70 dolar AS pada Rabu (26/1/2022).

Harga emas menetap lebih tinggi pada Senin (31/1/2022), tetapi membukukan penurunan 1,7 persen untuk bulan ini tertekan. Sebagian karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS selama beberapa bulan terakhir. Demikian kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets.

Baca juga
Harga Emas Menari di Atas Penderitaan Dolar AS

Dolar telah meningkat terhadap mata uang lain karena ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Sementara bank sentral lainnya belum benar-benar mulai bergerak. Ini yang telah menciptakan masalah bagi emas, kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya ditetapkan untuk mencatat kenaikan bulanan, membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Realitas lima kenaikan suku bunga Fed mungkin tahun ini telah menakuti pasar emas sedikit. Harga emas bersaing dengan obligasi karena tidak mendapatkan bunga, Haberkorn menambahkan.

Baca juga
The Fed Ancang-ancang Naikkan Suku Bunga, Rupiah Kena Getahnya

The Fed berencana untuk menaikkan suku pada Maret. Hal ini dengan asumsi ekonomi sebagian besar akan menghindari dampak dari varian virus corona Omicron. Begitu juga dengan ekonomi yang terus tumbuh pada klip yang sehat.

Tinggalkan Komentar