Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Harga Emas Gagah Perkasa di Level Tertinggi sejak Juni 2021

Harga Emas Gagah Perkasa di Level Tertinggi sejak Juni 2021- inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Harga emas mencapai level tertinggi dalam hampir sembilan bulan pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu (23/2/2022) pagi WIB. Harga logam mulia ini kembali bertengger di atas level psikologi 1.900 dolar AS per troy ounce.

Meningkatnya ketegangan Rusia dan Barat atas Ukraina mendorong permintaan safe haven untuk logam mulia, seperti emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 7,6 dolar AS atau 0,4 persen, menjadi tutup pada 1.907,40 dolar AS per ounce. Ini merupakan penutupan tertinggi untuk kontrak emas teraktif sejak 2 Juni 2021.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (21/2/2022) menandatangani dekrit yang mengakui kemerdekaan dua wilayah yang memproklamirkan diri di Donbass Ukraina timur sebagai “Republik Rakyat Lugansk (LPR)” dan “Republik Rakyat Donetsk (DPR).”

Baca juga
IHSG Diprediksi Naik Tipis, Waspadai Kenaikan Tajam Imbal Hasil Obligasi

Indeks-indeks utama Wall Street juga merosot karena prospek sanksi Barat yang keras terhadap Rusia atas konfliknya dengan Ukraina membuat investor gelisah, sementara harga minyak mencapai level tertinggi sejak 2014.

Pemerintahan Biden dapat mencabut Rusia dari sejumlah besar barang-barang buatan AS dan asing berteknologi rendah dan tinggi. Orang-orang yang akrab dengan masalah itu mengatakan kepada Reuters, jika Rusia lebih lanjut menyerang Ukraina.

“Tidak mengherankan melihat emas dengan dukungan baik di lingkungan ini mengingat peranan safe-haven¬†tradisionalnya,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Tekanan Inflasi Jadi Pendorong Utama

Namun, tekanan inflasi telah menjadi pendorong utama kinerja emas selama beberapa minggu terakhir. Ini dalam tren gerakan menyamping hingga tren yang lebih tinggi dan kenaikan suku bunga mungkin tidak menutupi tren ini, kata Meger.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Rabu, 23 Februari 2022

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko politik. Tetapi kenaikan suku bunga, terutama oleh Federal Reserve, cenderung meredupkan daya tarik emas, yang tidak membayar bunga.

Analis mengaitkan sedikit kemunduran emas dengan beberapa aksi ambil untung. Analis Saxo Bank, Ole Hansen mengatakan ini “karena jelas pada titik ini ada peningkatan risiko premium. Risiko tersebut masuk ke dalam harga emas”.

Emas menemukan dukungan tambahan karena Conference Board pada Selasa (22/2/2022). Ini melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen turun ke 110,5 pada Februari dari 111,1 pada Januari.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 31,9 sen atau 1,33 persen. Angkanya menjadi tutup pada 24,311 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 9,2 dolar AS atau 0,85 persen, menjadi tutup pada 1.086 dolar AS per ounce.

Tinggalkan Komentar