Harga Keekonomian Pertalite Rp11 Ribu, Premium Rp9 Ribu, Harga BBM Bakal Naik?

Harga Keekonomian Pertalite Rp11 Ribu, Premium Rp9 Ribu, Harga BBM Bakal Naik?  - inilah.com

Harga minyak dunia sudah di atas US$80 per barel, ancang-ancang PT Pertamina (Persero) untuk naikkan harga BBM. Kalau tidak bisa tekor. Tetapi, DPR tidak setuju tuh.

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto, menolak kenaikan harga BBM jenis Pertalite. Alasannya, perekonomian masyarakat lagi susah karena pandemi COVID-19.

“Fraksi PKS pasti menolak rencana kenaikan itu. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menaikkan harga jual BBM jenis Pertalite. Karena saat ini pandemi belum usai dan daya beli masyarakat masih lemah,” kata Mulyanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Mulyanto menilai, selama ini, pemerintah terlalu berpihak kepada PT Pertamina dalam mengatur harga jual BBM. Ketika harga minyak dunia anjlok di awal pandemi COVID-19, pemerintah mendukung Pertamina tidak menurunkan harga BBM. Alasannya, agar kerugian Pertamina tidak terlalu dalam.

Baca juga  Dinilai Tak Jalankan Perintah Jokowi di Pertamina, Muncul Desakan Evaluasi Ahok

Padahal, sejumlah negara di ASEAN menurunkan harga jual BBM-nya. “Sekarang, ketika harga BBM merambat naik, pemerintah justru mewacanakan kenaikan BBM dengan menggunakan logika yang serupa. Tentu, tidak adil bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut dia, tidak tepat kalau dikatakan bahwa permintaan masyarakat terhadap Premium menurun dan mereka beralih ke Pertalite. Animo masyarakat terhadap Premium masih tinggi sehingga tetap perlu dialokasikan anggaran untuk pengadaan BBM murah tersebut.

Sebelumnya, saat ini pemerintah sedang mengkaji perubahan harga jual BBM jenis Pertalite akibat kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah menilai harga jual Pertalite saat ini Rp7.650 tidak sesuai dengan harga keekonomian yang sudah mencapai harga Rp11.000.

Baca juga  Eks Penyidiknya Mau Jadi JC, KPK Pikir-Pikir

Sebelumnya, Mulyanto meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM untuk mengantisipasi kelangkaan di sejumlah wilayah, serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) harus meningkatkan pengawasan.

Kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan BBM ini bisa dipahami sebab beberapa negara, seperti Inggris, China, India, termasuk Singapura sedang krisis energi. “Dua jenis BBM yang langka itu adalah Premium dan Solar. Padahal BBM jenis ini sangat dibutuhkan masyarakat. Karenanya persediaannya harus selalu aman,” kata Mulyanto.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Soerjaningsih menerangkan, harga pasar pertalite, minimal Rp11.000 per liter. Sedangkan premium semestinya Rp9.000 per liter.

“Pertalite ini bahan bakar umum nonsubsidi, harga normalnya sudah berada di atas Rp 11.000, harga keekonomiannya,” kata Soerjaningsih, Senin (25/10/2021).

Baca juga  Foto: Fluktuasi Harga Minyak Dunia, BBM Pertamina Tidak Ikut Naik

Sementara di SPBU, Pertamina masih menjual pertalite sebesar Rp7.650 per liter, atau lebih murah Rp3.350 dari harga keekonomian. Sedangkan premium, masih dijual di harga Rp6.450 per liter. Atau lebih murah Rp2.550 per liter dari harga keekonomian.

Dia menjelaskan, penjualan pertalite di bawah harga keekonomian, tujuannya untuk meredam keresahan di masyarakat. Namun, dia meminta Pertamina tetap menjaga kelancaran distribusi BBM dan menjual dengan harga yang terjangkau.

“Ini kembali lagi agar supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat karena kenaikan harga cukup tinggi, sehingga Pertamina sebagai BUMN diharapkan bisa support kelancaran pendistribusian BBM yang terjangkau,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar