Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Harga Komoditi Naik, Pedagang Pasar: Kami Selalu Jadi Pihak yang Disalahkan

minyak goreng pasar

Melonjaknya harga kebutuhan yang terjadi di Indonesia belakangan ini dinilai sangat merugikan para pedagang pasar rakyat atau tradisional. Pasalnya, pedagang pasarlah yang selalu menjadi pihak yang disalahkan.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sudaryono mengaku selama ini pihaknya tidak pernah dilibatkan ketika pemerintah melakukan subsidi untuk harga komoditi seperti halnya minyak goreng.

Bahkan saat kebijakan satu harga minyak goreng kemasan di ritel modern, stok minyak goreng pedagang pasar masih banyak dan menjadi tidak laku. Ini terjadi karena para pedagang sudah belanja sebelumnya di harga Rp17.000-Rp19.000 per liter.

“Kami Pedagang pasar rakyat ini selalu menjadi pihak yang dipersalahkan setiap kali ada kenaikan harga komoditi, sementara ketika ada program subsidi dari pemerintah, tidak dilibatkan secara aktif dari sejak awal,” katanya.

Baca juga
Jasindo Salurkan Dana TJSL Rp9,7 Miliar pada 2021

Menurutnya pelibatan pedagang pasar rakyat dalam penjualan minyak goreng dan komoditi lainnya justru akan membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini sesuai dengan program Presiden RI Joko Widodo (Jokow).

Karena dengan adanya komoditi minyak goreng di pasar-pasar rakyat, dinilai akan berdampak terhadap meningkatnya peredaran uang di masyarakat bawah.

Namun jika para pedagang pasar rakyat atau tradisional tidak dilibatkan untuk menjual komoditi yang disubsidi, menunjukkan pemerintah kalah dengan swasta.

Saat ini pasar tradisional tercatat kurang lebih sekitar 16.000 yang menghidupi 16 juta pedagang yang berjualan di pasar yang tersebar.

“Fungsi pembinaan pasar dan pedagang pasar seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pemerintah di semua lapisan mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah di level paling bawah/pemerintah desa,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar