Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Harga Mencekik Leher, Bos BI Ingatkan Inflasi Semakin Liar

Rabu, 15 Jun 2022 - 14:05 WIB
Harga Mencekik Leher, Bos BI Ingatkan Inflasi Semakin Liar
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengingatkan potensi inflasi tinggi di tahun ini, Angkanya bisa 4,2 persen. Harga pangan semakin liar, subsidi energi dan pangan perlu digenjot.

“Namun inflasi inti dan ekspektasi inflasi masih bisa terkendali di dalam kisaran dua persen sampai empat persen pada tahun ini dan tahun depan,” ungkap Perry dalam seminar bertajuk ‘Managing Inflation to Boost Economic Growth’ yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Dengan demikian, hal tersebut menjadi cerminan koordinasi fiskal dan moneter yang sangat kuat, di mana fiskal meningkatkan subsidi sehingga tidak semua kenaikan harga energi dan komoditas dunia berdampak kepada inflasi dalam negeri dan Bank Indonesia (BI) ikut berpartisipasi dalam pembiayaan anggaran negara untuk tahun ini.

Baca juga
RI Turun Kelas Jadi Negara Menengah Bawah, Alvin Lie Heran BI Salahkan Pandemi

Koordinasi tersebut, kata dia, berhasil menahan dampak dari kenaikan harga komoditas yang tinggi baik harga energi maupun harga pangan dunia terhadap inflasi di Tanah Air. Kondisi Indonesia, lanjutnya, tentunya berbeda dengan negara-negara lain yang kini sedang mengalami lonjakan inflasi yang tinggi hingga mencapai dua digit.

Menurut Perry, langkah pemerintah dalam meningkatkan subsidi khususnya Premium, diesel, listrik, LPG, dan meningkatkan bantuan sosial sangat membantu menyikapi kenaikan harga energi dan pangan dunia.

“Sementara harga-harga Pertamax, Pertalite, dan bahan bakar non-subsidi itu memang naik,” jelasnya.

Perry menuturkan, pada tahun ini BI juga masih berpartisipasi dalam pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp224 triliun untuk pembiayaan kesehatan dan kemanusiaan.

Baca juga
Ada Obligor Kasus BLBI Merasa Tak Punya Hutang, Mahfud: Kami Punya Buktinya

Untuk pengalokasian dana tersebut, bank sentral menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah apakah sebagian akan digunakan untuk membiayai peningkatan subsidi dalam konteks menahan dampak dari kenaikan harga komoditas dan inflasi global terhadap inflasi dalam negeri agar dapat dikendalikan. [ikh]

 

 

Tinggalkan Komentar