Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Harga Migor Naik 22,5 Persen, KPPU Curiga tak Wajar

Harga Migor Naik 22,,5 Persen, KPPU Curiga tak Wajar
Harga minyak goreng naik tinggi saat Ramadan.

Lebaran kali ini, rakyat dibikin galau mahalnya harga bahan pangan. Jangan heran kalau menu makanan tak lengkap, kalaupun ada porsinya mungkin turun.

Soal harga pangan mahal, menjadi concern Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Lembaga anti bisnis tak sehat ini, menengarai lima bahan pangan yang kenaikannya wah menjelang Lebaran.  “Berdasarkan temuan KPPU, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi,” kata Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Ranamanggala, dikutip Jumat (29/4/2022).

Apa saja? Kenaikan harga terbesar adalah minyak goreng. Menurut perhitungan KPPU, kenaikan harga migor mencapai 22,5 persen dibandingkan harga menjelang puasa yang hanya mengalami kenaikan 8,43 persen.

Baca juga
MAKI Laporkan 9 Perusahaan Ini Terlibat Kartel Minyak Goreng ke KPPU

Komoditas lainnya adalah daging sapi yang mengalami kenaikan harga 7,6 persen. Selanjutnya tepung terigu naik harga 3,34 persen dibandingkan harga menjelang puasa. Keempat, gula pasir naik 2,36 persen. Selanjutnya adalah kedelai dan jagung yang naik 3 persen dan 0,8 persen.

Kenaikan harga untuk daging sapi, kedelai dan tepung terigu, memang sulit dibendung. Lantaran, ketiganya adalah barang impor. Sehingga harganya mengikuti perkembangan harga dunia.

“Jadi kita memang mengimpor komoditas-komoditas ini dan ketika di negara asalnya mengalami kenaikan harga, otomatis akan berdampak juga pada harga di kita,” jelasnya.

Namun, untuk jagung yang ketersediaannya datang dari dalam negeri, KPPU masih menyelidiki alasan dibalik kenaikan harga sebesar 0,8 persen tersebut.

Baca juga
7 Tahun Menjabat, Analis: Jokowi Boros Utang, Wong Cilik Makin Miskin

Tetapi untuk jagung ini masih menemukan informasi mengapa ini bisa ada kenaikan yang tidak terlalu besar, memang cuma 0,8 persen tapi kita masih mencari kenapa ada kenaikan harga seperti ini,” sebut Mulyawan.

Selain jagung, KPPU mengumumkan masih melakukan investigasi terkait meroketnya harga minyak goreng kemasan di dalam negeri yang sampai sekarang masih menjadi masalah besar. “Dan untuk minyak goreng seperti kita ketahui kenaikan harganya masih masuk ke dalam penyelidikan KPPU,” terang Mulyawan. [jin]

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar