Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Harga Minyak Goreng Mahal karena CPO Meroket, Laba Astra Agro Melejit 152 Persen

Kamis, 28 Okt 2021 - 18:22 WIB
Harga Minyak Goreng Mahal karena CPO Meroket, Laba Astra Agro Melejit 152 Persen  - inilah.com

Di tengah mahalnya harga minyak goreng (migor) karena kenaikan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hingga 35 persen, membuat industri sawit nasional untung besar. Termasuk PT Astra Agro Lestari Tbk mengoleksi cuan signifikan.

Fenny Sofyan, Investor Relations PT Astra Agro Lestari Tbk, mengakui adanya kenaikan laba bersih yang signifikan di kuartal III-2021.

Ya Fenny benar. Emiten berkode AALI ini, membukukan laba bersih sebesar Rp1,47 triliun di kuartal III-2021. Capaian ini melonjak 152,2 persen ketimbang periode sama di 2020 yang tercatat Rp582,5 miliar.

“Laba tersebut didukung meningkatnya pendapatan perseroan sebesar 35 persen, dari Rp13,32 triliun pada kuartal III-2020, menjadi Rp18,01 triliun pada kuartal III-2021,” ungkap Feny.

Baca juga
Harga Si Merah Pedas di Banjarmasin Termahal Se-Indonesia

Untuk laba operasional, kata Feny, mengalami lonjakan 143 persen (yoy), dari Rp1 triliun pada kuartal III-2020, menjadi Rp2,67 triliun pada kuartal III-2021.

“Pendapatan tersebut ditopang dengan meningkatnya penjualan olein sebesar 23 persen, Stearin sebesar 29 persen, dan PFAD sebesar 41 persen. Sedangkan, penjualan CPO dan RBDPO mengalami penurunan, masing-masing 6,2 persen dan 33,6 persen,” terangnya.

Menurut, faktor pengungkit kinerja keuangan perseroan, tak lepas dari hukum supply dan demand. Ketika ekonomi dunia pulih maka permintaan akan minyak sawit dan turunannya ikut pulih. Tujuan ekspor Astra Agro adalah China, India, Kenya, Singapura, Pakistan, dan Filipina. Yang terbesar adalah ekspor ke India.

Baca juga
Pecah Rekor Tujuh Tahun, Harga Minyak Mulai Turun

“Harga sawit dan turunannya yang terus tinggi juga menjadi faktor yang cukup signifikan terutama dari sisi penjualan,” kata Feny.

Meski demikian, Astra Agro mencatatkan penurunan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 1,1 persen, dari 3,39 juta ton pada 2020, menjadi 3,35 juta ton pada tahun ini. Sedangkan produksi CPO justru naik 10,2 persen, dari 1,03 juta ton, menjadi 1,14 juta ton. Sejalan dengan CPO, produksi Olein dan Kernel naik masing-masing 20,9 persen dan 10,6 persen.

Saat ini, lanjutnya, AALI juga fokus menggenjot program kemitraan dengan petani sawit. Di mana, pasokan TBS dari petani mitra mencapai 43 persen dari total TBS yang diolah perseroan. Di saat pandemi COVID-19, Astra Agro menerapkan protokol kesehatan (prokes) nan ketat.

Baca juga
Tutup Buka Keran Ekspor CPO, Pertaruhan Reputasi Indonesia

“Pelaksanaan prokes yang ketat menjamin operasional di semua perkebunan Perseroan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar