Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Harga Pupuk Melambung karena Cina dan Rusia Setop Bahan Baku

Harga Pupuk Melambung Karena Cina dan Rusia Setop Bahan Baku
Pupuk

SVP Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengungkapkan penyebab harga pupuk melambung karena berbagai faktor. Salah satunya, produsen bahan baku setop ekspor sejak pertengahan 2021.

Wijaya mengungkapkan kenaikan harga pupuk bermula dari kebijakan China dan Rusia sebagai negara pengekspor pupuk dan bahan baku pupuk terbesar dunia menyetop ekspor untuk menjaga kebutuhan pupuk dalam negeri.

“China dan Rusia pada Agustus atau September tahun lalu menghentikan ekspornya. Padahal, mereka memegang pasar 20 hingga 30 persen di dunia,” katanya di Jakarta, Senin (11/4/2022).

Pupuk Indonesia masih membutuhkan bahan baku fosfor dan kalium yang harus impor dari negara lain karena sifatnya yang merupakan barang tambang. Biasanya, Pupuk Indonesia membeli bahan baku pupuk tersebut dari Rusia dan China.

Baca juga
Airlangga: Larangan Ekspor Berlaku Sampai Harga Minyak Goreng Murah

Wijaya mengatakan harga pupuk melonjak signifikan ketika Rusia dan China membatasi ekspor pupuk. Hal tersebut diperparah lagi dengan tren kenaikan harga komoditas dunia, termasuk gas bumi yang menjadi salah satu bahan baku pupuk.

“Harga pupuk urea yang biasanya satu ton paling antara 300-500 dolar AS per ton, di akhir tahun 2021 harga urea sampai 1.000 dolar AS per ton,” kata Wijaya.

Begitu juga dengan fosfor dan kalium yang harganya sudah naik dua hingga tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

Kenaikan harga pupuk juga terdampak dari permasalahan jasa logistik perkapalan yang sempat langka dan tarifnya melambung tinggi. Tarif logistik yang meningkat tersebut menyebabkan kenaikan harga pupuk.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Senin, 28 Maret 2022

Harga pupuk kemudian terus melambung tinggi lantaran Rusia sebagai salah satu negara pengekspor pupuk terbesar dunia dalam situasi perang dengan Ukraina. Hal itu menyebabkan pasokan bahan baku pupuk dan pupuk dunia kembali tersendat.

Kenaikan harga pupuk internasional sempat memberikan keuntungan besar bagi anak perusahaan Pupuk Indonesia yakni PT Pupuk Kalimantan Timur yang mengekspor urea ke luar negeri.

Namun, Wijaya mengatakan keuntungan tersebut tak bertahan lama lantaran Pupuk Kaltim harus menghentikan ekspor demi mengamankan pasokan pupuk dalam negeri.

Harga pupuk urea yang dijual Pupuk Indonesia di dalam negeri pun jauh lebih murah dibandingkan dengan harga internasional, yakni Rp9,5 juta per ton dibandingkan harga internasional yang sekitar Rp18 juta per ton.[ipe]

Tinggalkan Komentar