Senin, 27 Juni 2022
27 Dzul Qa'dah 1443

Harga Sawit Anjlok, Gubernur Riau Minta Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

Selasa, 17 Mei 2022 - 21:15 WIB
Harga Sawit Anjlok, Gubri Minta Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO
Gubernur Riau Syamsuar berjabat tangan dengan Presiden Jokowi.

Gubernur Riau Syamsuar mengajukan permohonan kepada Presiden Jokowi untuk membuka peluang pencabutan larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya.

Hal ini dilakukan Syamsuar karena banyaknya laporan dari petani dan perusahaan sawit di Riau yang terdampak, akibat pelarangan ekspor CPO. Dampak negatif yang paling dirasakan petani sawit adalah anjloknya harga sawit. Karena, banyak pabrik kelapa sawit (PKS) tak beroperasi atau membatasi produksi, sehingga mereka tak lagi membeli sawit petani.

“Kami mengajukan permohonan kepada Bapak Presiden, kiranya dapat meninjau kembali kebijakan pelarangan ekspor CPO tersebut. Agar persoalan ini bisa diatasi, seperti harga sawit yang terus menurun dan kemungkinan tangki timbun penuh,” kata Syamsuar, Selasa (17/5/2022).

Baca juga
Pencabutan Larangan Ekspor Migor dan CPO Pulihkan Industri Sawit

Yang paling dikhawatirkan, kata Syamsuar, apabila tangki timbun minyak sawit penuh, maka PKS akan berhenti produksi. Jika tidak produksi, maka PKS tidak akan melakukan pembelian sawit petani.

Sehingga harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dikhawatirkan akan terus tergerus, dan petani akan terus merugi karena hasil panen buah sawitnya membusuk karena tidak ada PKS yang mampu menampung buah sawit.

“Laporan dari pengusaha tadi, lebih kurang 2 minggu kalau tidak ada kebijakan (masih terjadi pelarangan ekspor CPO, red), tangki timbun nanti penuh dan tidak bisa produksi dan tidak bisa membeli TBS. Itu yang tidak kami harapkan,” jelas Syamsuar yang mantan kader PAN lompat ke Golkar ini. [ikh]

Baca juga
Insentif Biodiesel jadi Dana Bancakan, BPDP-KS Dikuasai Konglomerat Sawit

 

Tinggalkan Komentar