Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Harga Tiket Pesawat ke Aceh Capai Rp9,6 Juta, Gubernur Curhat ke Jokowi

Harga Tiket Pesawat ke Aceh Capai Rp9,6 Juta per Orang, Gubernur Curhat ke Jokowi
Jubir Pemerintah Aceh Mta

Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyurati Presiden Joko Widodo serta beberapa maskapai penerbangan terkait mahalnya harga tiket pesawat terbang dari dan ke provinsi ujung barat Indonesia tersebut

“Surat Gubernur Aceh tersebut menyikapi lonjakan harga tiket pesawat dari dan ke Aceh, terutama menjelang Idul Fitri 1443 H,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA di Banda Aceh, Kamis (28/4/2022).

Berdasarkan penelusuran, di penjualan online, harga tiket Jakarta-Aceh mencapai Rp9,6 juta per orang untuk sekali jalan. Padahal harga normal tiket hanya Rp2,6 juta per orang untuk sekali jalan.

Muhammad MTA mengatakan, mahalnya harga jual tiket pesawat karena hukum pasar yang melibatkan kemampuan permintaan dan persediaan.

Baca juga
Jokowi Minta Jepang Buka Akses Pasar Pertanian dan Perikanan

Di satu sisi, terbatasnya kursi pesawat, sementara permintaan terus meningkat, terutama menjelang lebaran. Dampaknya tentu naiknya harga tiket pesawat, kata Muhammad MTA.

“Selain itu, maskapai juga disebut masih beroperasi seperti kala tingginya kasus COVID-19. Padahal perjalanan orang sudah dilonggarkan oleh pemerintah,” katanya.

Menyikapi persoalan angkutan udara tersebut, kata Muhammad MTA, Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah melakukan sejumlah langkah penting, sebagai upaya menemukan solusi dari kondisi tersebut.

Isi surat Gubernur Aceh ke Presiden Jokowi juga menyinggung soal permintaan pemprov kepada Garuda Indonesia untuk kembali melayani penerbangan Banda Aceh-Medan dan sebaliknya.

Kemudian, Gubernur Aceh menyurati maskapai Air Asia untuk membuka kembali penerbangan dan melayani penumpang Banda Aceh-Medan sebaliknya.

Baca juga
Penanganan Jalan Amblas di Ruas Jalan Sumedang-Cijelag, Kementerian PUPR : Sudah Fungsional Dua Lajur

“Selama ini, penerbangan Banda Aceh-Medan yang hanya dilayani satu maskapai, yakni Wings Air. Padahal, sebelumnya ada beberapa maskapai melayani penerbangan rute tersebut,” kata Muhammad MTA.

Muhammad MTA mengatakan Gubernur Aceh juga menyurati Menteri Perhubungan meminta evaluasi tarif penerbangan rute Banda Aceh-Medan yang terlalu mahal.

“Dalam surat tersebut, Gubernur Aceh mengusulkan Bandara SIM sebagai entry point penerbangan internasional. Di mana Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali penyelenggaraan ibadah umrah dari Indonesia,” kata Muhammad MTA.

Tinggalkan Komentar