Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Hari Guru Nasional, Pelajar Indonesia Darurat Moral dan Etika

Jumat, 25 Nov 2022 - 16:54 WIB
Upacara Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 di SDN Kapuk 02 Pagi, Kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jum'at (25/11/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).
Upacara Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 di SDN Kapuk 02 Pagi, Kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jum'at (25/11/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Perayaan Hari Guru Nasional harus jadi momentum perubahan bagi para tenaga pengajar untuk bisa menjadi pelindung sekaligus pengarah bagi siswa.

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyoroti sejumlah kasus yang semakin merebak di dunia pendidikan tanah air. Di antaranya, kasus kekerasan seksual, perundungan dan intoleransi.

Dia menegaskan, sejumlah kasus yang terus terulang terjadi itu menunjukan bahwa pelajar Indonesia darurat moral dan etika. “Maka guru harus memastikan bahwa siswa menjalankan adab yang baik di lingkungan sekolah. Guru menjadi sosok pelindung dan pengarah bagi siswa,” ujarnya, Jumat (25/11/2022).

Karena itu, sambung dia, guru harus bisa berinovasi dalam proses pembelajaran, demi melahirkan siswa yang beradab, kreatif dan berkarya positif. “Apalagi dengan kurikulum merdeka yang membuka ruang bagi guru untuk bisa terus mengeksploitasi ide kreatifnya,” sambung Hetifah.

Baca juga
Komisi X DPR: Mari Fokus Evaluasi dan Pembenahan Tata Kelola Sepak Bola

Selain itu, Hetifah juga menyinggung soal cerita tentang guru Indonesia yang berkorban untuk mengajar hingga pedalaman dengan fasilitas dan dana yang tidak memadai. Dedikasi tersebut, dia sebut, sebagai alasan yang kuat dan pantas untuk memberikan apresiasi kepada guru setinggi-tingginya karena terus berusaha menjadi sosok teladan bangsa.

Tak lupa dia mengutip pernyataan Ki Hajar Dewantara yang menyebut peran guru di depan memberi teladan, di tengah membangun kemauan dan di belakang memberi dukungan moral. “Apresiasi kepada para guru yang bukan hanya telah memberikan ilmu pengetahuan, namun menjadi panutan dan keunggulan moral, etika dan karakter kepada peserta didik,” pungkasnya.

Baca juga
Ketua Komisi X DPR soal PB PASI Tak Ongkosi Atlet Atletik Master: Semua Harus Tunduk UU SKN

Adapun kasus-kasus yang disinggung tersebut, seperti tindak pelecehan seksual di Bekasi yang dilakukan seorang oknum guru kepada sejumlah murid SD, anak didiknya.

Hingga pekan lalu, Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota masih memburu guru berstatus kontrak yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap tiga muridnya di SD Negeri di Jatiasih, Kota Bekasi. Semula, baru satu korban yang melaporkan pelecehan seksual ini pada polisi. Setelah kasus terungkap ke publik, guru berstatus kontrak dilaporkan kabur.

Kasus lainnya, dialami MWF (8), yang merupakan warga Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Gondanglegi sejak Kamis (17/11). Korban yang dianiaya sejumlah rekannya tersebut sempat tidak sadarkan diri akibat tindakan kekerasan.

Baca juga
Lelang Ponsel OPPO Ini Terkumpul Rp118 Juta untuk Bantu Pendidikan Anak Indonesia

Ia sadar pada keesokan harinya dan menceritakan kejadian perundungan serta penganiayaan kepada orang tuanya. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Malang.

Tinggalkan Komentar