Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Hari Keempat, Harga Emas Keok 10 Dolar AS Terseret Prospek Kenaikan Suku Bunga

Kamis, 01 Sep 2022 - 07:58 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Hari Keempat, Harga Emas Keok Terseret Prospek Kenaikan Suku Bunga - inilah.com
(Foto: iStockphoto.com)

Harga emas kembali merosot pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis (1/9/2022) pagi WIB. Ini  memperpanjang penurunan untuk hari keempat berturut-turut. Hal itu terjadi di tengah prospek kenaikan suku bunga agresif lebih lanjut oleh Federal Reserve AS dan bank-bank sentral utama lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 10,1 dolar AS atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 1.726,20 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level terendah sesi di 1.720,60 dolar AS per ounce.

Emas turun 3,1 persen pada Agustus serta membukukan kerugian bulan kelima berturut-turut.

Emas berjangka jatuh 13,4 dolar AS atau 0,77 persen menjadi 1.736,30 dolar AS pada Selasa (30/8/2022), setelah turun tipis 0,10 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.749,70 dolar AS pada Senin (29/8/2022), dan anjlok 21,60 dolar AS atau 1,22 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Jumat (26/8/2022).

Baca juga
Dolar AS Melonjak, Yuan Cetak Rekor Terburuk Sejak Krisis 2008

Dalam pidatonya di Kamar Dagang Dayton, Ohio, Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester mengatakan terlalu dini untuk mengatakan bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, dan suku bunga AS perlu naik sedikit di atas 4,0 persen pada awal tahun depan. Dia tidak mengantisipasi penurunan suku bunga pada 2023.

Data ekonomi yang dirilis Rabu (31/8/2022) beragam. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Chicago terbaru, atau Barometer Bisnis Chicago, naik tipis menjadi 52,2 pada Agustus dari 52,1 pada Juli, yang masih dalam wilayah ekspansi.

Automated Data Processing Inc. melaporkan bahwa pekerjaan swasta AS naik 132.000 pekerjaan pada Agustus setelah meningkat 268.000 pada Juli.

Baca juga
Setelah The Fed Umumkan Bakal Segera Kerek FFR, Dolar Melejit

Emas telah mengalami penurunan yang berkepanjangan tahun ini karena serangkaian kenaikan suku bunga tajam oleh The Fed mendorong dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Logam kuning terpukul sangat keras pekan lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa bank sentral tidak berniat memperlambat siklus pengetatannya.

Pasar sekarang fokus pada data penggajian non pertanian (NFP) AS yang akan dirilis pada Jumat (2/9/2022). Pembacaan yang kuat kemungkinan akan mempengaruhi The Fed menuju pengetatan kebijakan yang lebih agresif.

Investor sekarang memperkirakan hampir 70 persen kemungkinan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada September.

Baca juga
Era Suku Bunga Tinggi, Apa Kabar Bisnis Properti

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 40,5 sen atau 2,21 persen, menjadi ditutup pada 17,882 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 5,1 dolar AS atau 0,61 persen menjadi ditutup pada 827 dolar AS per ounce.

Tinggalkan Komentar