Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Hari Pertama Tayang, ‘Uncharted’ Raup US$27,9 Miliar di China

Uncharted China
(ist)

Film petualangan aksi berburu harta karun ‘Uncharted’ tercatat menghasilkan US$1,95 juta (sekitar Rp27,9 miliar) di China pada hari pembukaan resminya, Senin (14/3/2022).

Data sementara dari Ent Group menunjukkan ‘Uncharted’ diluncurkan pertama kali pada hari Senin dan menjadi film pertama yang menggantikan film perang patriotik China yang sudah lama berjalan ‘The Battle at Lake Changjin II’, yang telah berkuasa sejak 1 Februari lalu, demikian dikutip dari Variety, Selasa (15/3/2022).

‘Uncharted’ telah melakukan preview pada hari Sabtu dan Minggu akhir pekan lalu dan mengambil lebih dari US$1 juta. Ent Group menghitung bahwa pada Senin malam, film tersebut telah mengumpulkan US$3,21 juta (sekitar Rp45,9 miliar) dari hari pertama rilis ditambah dua sesi pratinjau.

Baca juga
Pandemi, Ngelesin Hadirkan Akses Belajar Gratis Bagi Masyarakat

Maoyan, salah satu agen tiket film terkemuka China, melaporkan angka serupa dan memperkirakan bahwa film tersebut akan terus mendapatkan skor hingga US$15 juta.

Pengguna Maoyan memberi film ini peringkat 8,6 dari 10 yang sangat dapat dipercaya. Sedangkan penonton Douban, memberi nilai 6,2 dari 10.

Film ini mendapat tanggal rilis yang tidak biasa di China yakni pada Senin. Kemungkinan hal tersebut memanfaatkan hari libur Qingming.

Maoyan melaporkan total film tersebut telah naik menjadi US$4,71 juta pada Selasa pukul 15.00 waktu setempat.

Industri film AS telah berjuang untuk mendapatkan daya tarik di pasar China selama setahun terakhir. Itu datang dari berbagai faktor termasuk kurangnya rilis Hollywood di Amerika Utara lantaran COVID-18, tindakan China untuk mengurangi jumlah bagi hasil dan hak impor bea tetap dari AS dan serangkaian film blockbuster buatan China yang telah diluncurkan pada puncak musim liburan dan telah tayang di bioskop selama beberapa minggu.

Baca juga
Beijing Taruh Harapan Besar pada PM Baru Pakistan

Dalam beberapa pekan terakhir, banyak film AS telah diberi lampu hijau oleh badan sensor dan diberi tanggal rilis yang dikonfirmasi.

Akan tetapi beberapa bioskop di China ditutup karena negara itu memerangi gelombang infeksi COVID-19 paling serius sejak awal 2020. Penguncian nasional sejauh ini telah dihindari, tetapi dengan penutupan megalopolis Shenzhen sejak Minggu, ada tanda-tanda peringatan yang tidak menyenangkan.

Peluncuran judul waralaba Warner Bros, ‘The Batman’ pada hari Jumat akan menjadi ujian yang lebih signifikan terhadap selera orang China akan film besar Hollywood dan indikator seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan wabah Omicron terhadap bisnis perfilman di China.

Tinggalkan Komentar