Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, 22,3 Persen Penduduk Dunia Masih Gunakan Tembakau

Selasa, 31 Mei 2022 - 14:57 WIB
Tembakau
WHO

Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau yang dikenal dengan World No Tobacco Day (WNTD) diperingati setiap tanggal 31 Mei 2022. Sejak 1987 ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) untuk setidaknya satu hari setiap tahunnya digunakan untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya merokok dan produk tembakau lainnya untuk kesehatan masyarakat dan juga lingkungan. Tjandra Yoga Aditama, mantan direktur WHO Asia Tenggara menjelaskan, data dunia pada 2020 menyebutkan bahwa 22,3 persen penduduk dunia menggunakan produk tembakau, 36,7 persen pria dan 7,8 persen wanita, baik rokok maupun bentuk lain seperti tembakau yang dimulut (smokeless tobacco).

“WHO menyatakan bahwa kebiasaan merokok dan penggunaaan produk tembakau dapat membunuh sampai setengah dari penggunanya. Lebih dari 8 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat hal ini,” papar Tjandra Yoga kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa, (31/05/2022).

Baca juga
Penyederhanaan Tarif Cukai Tembakau Perlu Direalisasi

Sekitar 7 juta Kematian merupakan akibat langsung dari tembakau, sementara sekitar 1,2 juta terjadi pada para perokok pasif. Kebiasaan merokok dan penggunaan produk tembakau juga berhubungan dengan sedikitnya 20 jenis kanker.

WHO bahkan menyebut bahwa epidemi tembakau adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar yang dunia pernah hadapi,  atau disebut The tobacco epidemic is one of the biggest public health threats the world has ever faced.

Untuk mengendalikan bahaya merokok ini maka pada tahun 2003 sudah dibentuk aturan internasional berupa Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC), yang sudah diratifikasi oleh 182 negara di dunia, sayangnya Indonesia bukan salah satu diantaranya.

Baca juga
Produk Tembakau Alternatif 50 Persen Efektif Kurangi Kecanduan Nikotin

Tema World No Tobacco Day 2022 adalah protect the environment, yang mengangkat issu tembakau menimbulkan dampak kerusakan lingkungan pula, selain mengganggu kesehatan manusia.

“Bentuk kerusakan lingkungan ini dapat berupa puntung rokok, bekas bungkus rokok, penggunaan pestisida untuk tanaman tembakau, hutan yang ditebang untuk tanaman tembakau (diperkirakan di dunia sekitar 3,5 juta setiap tahunnya) dan juga dihasilkannya sekitar 84 megaton of karbon dioksida yang ekuivalen dengan efek gas rumah kaca,” tambahnya.

Kita di Indonesia perlu lebih memberi peran penting dalam penanggulangan masalah merokok ini, yang jelas berdampak buruk bagi kesehatan dengan berbagai dampak penyakitnya yang sudah dikenal luas. Bagi yang belum merokok, janganlah memulainya, dan bagi perokok segeralah berhenti. Lindungi kesehatan anda dan kesehatan keluarga tercinta serta lingkungan Anda.

Baca juga
Lindungi Konsumen, BPKN Dukung Lahirnya Regulasi Produk Tembakau Alternatif

 

Tinggalkan Komentar