Harkonas 2021, Mendag Lutfi Dorong Konsumen Indonesia Lebih Berdaya Demi Pulihnya Ekonomi

Harkonas 2021, Mendag Lutfi Dorong Konsumen Indonesia Lebih Berdaya Demi Pulihnya Ekonomi  - inilah.com

Menyambut Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2021, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegakkan komitmen untuk menjadikan konsumen Indonesia lebih berdaya. Demi mempercepat pemulihan ekonomi bangsa.

“Konsumen berdaya berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) nasional dari sektor konsumsi rumah tangga,” papar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Harkonas 2021 bertema “Konsumen Berdaya, Pulihkan Ekonomi Bangsa” di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

“Pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran konsumen Indonesia menjadi konsumen berdaya, yaitu konsumen yang memiliki nasionalisme tinggi dalam berinteraksi dengan pasar dan aktif memperjuangkan kepentingan konsumen. Sehingga, dapat turut serta mempercepat pemulihan ekonomi bangsa,” imbuh Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi mengatakan, tujuan utama perlindungan konsumen adalah meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen dalam melindungi diri. Selain itu, juga untuk menumbuhkan perilaku tanggung jawab dari para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan berusaha. “Konsumsi Indonesia memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi. Pada quartal II 2021 konsumsi tumbuh 5,9 persen. Hal ini membuktikan konsumen sudah memiliki daya beli dan mempercayai perekonomian Indonesia,” jelas Mendag Lutfi.

Baca juga  Lampung jadi Juara Umum Gelar TTG Nasional ke-22

Dikatakan, guna mencapai level ‘berdaya’ dibutuhkan peran aktif dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Peringatan Harkonas 2021 merupakan salah satu langkah penting mewujudkan perlindungan konsumen Indonesia ke depan yang lebih baik. “Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah membutuhkan bantuan para akademisi, kepolisian, dan pemerintah daerah baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Jika konsumsi baik, maka kepercayaan terhadap barang-barang yang diproduksi di Indonesia juga baik. Sehingga, mewujudkan pertumbuhan ekonomi kita semakin baik,” kata Mendag Lutfi.

Sedangkan, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono mengatakan, perubahan perilaku konsumen saat pandemi COVID-19, terlihat pada saat melakukan pembelian terhadap barang dan/atau jasa.

Baca juga  Kecelakaan Tunggal, Jasa Raharja Tak Bisa Keluarkan Santunan Keluarga Vanessa Angel

Di mana, konsumen mulai teliti sebelum membeli, memperhatikan asal produk, serta melakukan pengecekan terhadap kesesuaian informasi produk.
“Pemerintah mewajibkan setiap pelaku usaha untuk menyediakan saluran atau layanan pengaduan konsumen, baik perdagangan yang dilakukan secara konvensional maupun perdagangan elektronik,” tutur Veri.

Jika mengalami kerugian, lanjut Veri, konsumen dapat menyampaikan keluhannya melalui saluran pengaduan konsumen yang disediakan para pelaku usaha. Namun, jika pelaku usaha tidak menyediakan saluran pengaduan, maka konsumen dapat menyampaikan keluhan tersebut kepada layanan pengaduan di kementerian dan lembaga terkait perlindungan konsumen atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Kemendag kembali memberikan penghargaan kepada enam Daerah Peduli Perlindungan Konsumen dan enam pemkab atau pemkot yang berperan aktif dalam penyelenggaraan kemetrologian. Penghargaan diberikan atas konsistensi daerah mempertahankan kinerja penyelenggaraan perlindungan konsumen yang baik.

Baca juga  Bea Cukai Jambi Galakan Operasi Gempur Rokok Ilegal

Mendag Lutfi mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas penghargaan Daerah Terbaik Peduli Perlindungan Konsumen yang diberikan kepada enam Gubernur dan penghargaan Daerah Tertib Ukur kepada enam Bupati dan Walikota.

Enam daerah yang mendapatkan penghargaan Daerah Peduli Perlindungan Konsumen, yaitu Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Papua Barat, Provinsi Maluku, Provinsi Jambi, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara, enam kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai Daerah Tertib Ukur 2020, yaitu Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Cimahi.

Dia berharap, capaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi daerah-daerah lain, sehingga seluruh wilayah Indonesia nantinya adalah wilayah yang peduli pada perlindungan konsumen.

“Selamat Hari Konsumen Nasional 2021 kepada seluruh konsumen Indonesia. Mari menjadi konsumen berdaya untuk mendukung pemulihan ekonomi bangsa. Salam konsumen cerdas Indonesia!,” pungkas Mendag Lutfi.

Tinggalkan Komentar