Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Haryadi Suyuti dan Bos Summarecon Agung Jadi Tersangka Suap

Jumat, 03 Jun 2022 - 18:09 WIB
Whatsapp Image 2022 06 03 At 4.57.11 Pm - inilah.com
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dan Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/6/2022) terkait dengan penetapan mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan kawan-kawan sebagai tersangka suap. Foto: Antara

KPK menersangkakan eks Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan Oon Nusihono Vice President Real Estate PT Summarecon Agung, Oon Nusihono, dalam perkara suap pengurusan IMB apartemen Royal Kedhaton. Keduanya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Kamis (2/6/2022).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebutkan, Kadis Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana, serta sekretaris pribadi merangkap ajudan Haryadi yakni, Triyanto Budi Yuwono, turut ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil OTT tersebut, penyidik mengamankan uang 27.258 dollar AS atau sekitar Rp300 juta sebagai alat bukti suap.

“KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka HS,” kata Alex, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (3/6/2022).

Baca juga
KPK Yakin Saksi yang Dihadirkan Buktikan Azis Korupsi

Disebutkan, Haryadi, Nurwidhihartana dan Triyanto menerima suap dari Oon Nasihono. Suap dimaksudkan untuk mempermulus penerbitan IMB pembangunan apartemen Royal Kedhaton di kawasan Malioboro.

Tersangka Oon dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) UU Tipikor, sedangkan Haryadi dkk dijerat Pasal 12 UU Tipikor. “Setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup maka status perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka,” ujar Alex.

Alex menyebutkan, KPK menerjunkan dua tim dalam OTT yang dilaksanakan di Jakarta dan Yogyakarta. Total 10 orang termasuk beberapa staf dan pejabat Pemkot Yogyakarta diamankan.

Mereka yang turut ditangkap antara lain Nurvita Herawati dan Moh Nur Faiq yang keduanya merupakan staf pada Dinas PUPR Pemkot Yogyakarta. Kemudian Dwi Dodik selaku Manager Perizinan Summarecon Agung, Amita Kusumawaty selaku Head Of Finance Summarecon Agung dan Sentanu Wahyudi selaku Direktur PT Guyup Sengini yang diamankan di Jakarta.

Baca juga
Belasan Ribu Penyelenggara Negara Belum Lapor Harta ke KPK

Sekalipun begitu, KPK hanya menetapkan empat orang tersangka dalam perkara ini. Sementara tersangka Haryadi disebutkan menerima suap dari Oon di rumah dinas Wali Kota Yogyakarta.

Tinggalkan Komentar