Hati Hancur Ketika Keluarga Terjerat Pinjol

Hati Hancur Ketika Keluarga Terjerat Pinjol  - inilah.com
istimewa

Layanan pinjaman online (pinjol) kini semakin marak, menjadi salah satu solusi yang dipilih orang yang sedang terlilit dalam masalah keuangan. Pada era yang serba susah ini, pinjol menjadi cara cepat dipilih orang yang berada di dalam pusaran utang.

Ada dua macam pinjol yang bisa dipilih ilegal dan legal. Keduanya sama-sama berpotensi menambah tumpukan utang yang berkepanjangan.

Simalakama Pinjol

Sayangnya, tidak sedikit orang yang terjerat pinjol keluar dari masalah keuangannya. Justru, banyak yang mengalami terjebak dalam kesulitan ekonomi yang terus berlanjut.

Produk pinjaman yang ditawarkan pun beragam. Korban pinjol pun tidak sedikit. Tidak jarang, masyarakat yang terhimpit ekonomi memanfaatkan layanan tersebut untuk beragam kebutuhan.

Baca juga  Melawan Hoaks yang Mematikan

Aplikasi penyedia jasa pinjol ternyata banyak yang tidak terdaftar dan berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saya pun merasakan keresahan dari seorang teman yang kerap menceritakan salah satu anggota keluarganya terjerat pinjol.

Sedih, sudah pasti dirasakan Syifa, perempuan 27 tahun tersebut harus menerima kenyataan ketika mengetahui kakaknya terjerat pinjaman online. Padahal jumlahnya tidak besar. Hanya Rp 1,5 juta.

“Totalnya enggak banyak. Padahal bisa kan pinjam ke gue daripada ke pinjol biar enggak banyak bunganya,” kata Syifa.

Rasanya Syifa tidak menyangka ketika anggota keluarganya bisa terjerat dalam pusaran pinjol. Padahal, dia Melihat tidak ada sesuatu yang mendesak ketika kakak kandungnya menggunakan jasa pinjol itu.

Baca juga  Tekad Anak Indonesia Jadi Dokter Goyah Karena Biaya

“Kakak gue bekerja, suaminya juga. Rumah sudah ada dan tidak sedang menyicil sesuatu. Tapi kenapa dia pakai pinjol. Bingung juga,” tambah Syifa.

Cerita kekesalannya pun berlanjut. Ternyata, pinjaman yang awalnya hanya Rp Rp 1,5 juta kini menggendut menjadi Rp 7 juta.

Pusing bukan kepalang. Hati Syifa hancur mengetahui hal itu. Kakak kandung Syifa harus mencari pinjaman untuk menutup utang yang diambilnya dari pinjol.

Ternyata, tidak mudah menjadi peminjam dari jasa online itu yang alih-alih menawarkan solusi. Justru, orang malah bingung mencari jalan keluar dari pinjaman tersebut.

“Akhirnya bingung dan cari pinjaman ke gue. Meski marah karena mencoba pinjol, gue pinjamin uang Rp 2,5 juta untuk membayar tagihannya,” papar Syifa.

Baca juga  Ini 23 Perusahan Pinjol Ilegal yang Diamankan Polda Jabar

Hubungan Keluarga Retak

Mengetahui anggota keluarga yang menggunakan pinjol, ternyata orangtua pun tidak menyukainya. Syifa bercerita tentang bagaimana kekesalan orangtuanya ketika mengetahui anaknya terjerat pinjol. Ini bukan lagi soal kebutuhan, tetapi mungkin kebiasaan yang tidak bisa dicegah bahkan ditahan.

Situasi menjadi rumit memang. Agar membuat efek jera, Syifa tidak lagi ingin menjadi bantalan untuk membayar utang kakaknya.

“Sebelum menggunakan pinjol, harus dipikirkan matang-matang. Kalau memang ada kebutuhan terdesak, lebih baik minta bantuan keluarga terlebih dahulu sebelum ke orang lain atau ke tempat lain,” pesan Syifa kepada masyarakat.

Tinggalkan Komentar