Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Hendak Dievakuasi, Tubuh hingga Kepala Brigadir J Kucurkan Darah Genangi Rumah Sambo

Senin, 07 Nov 2022 - 14:15 WIB
0722 113652 0ea0 Inilah.com 1600x1200 - inilah.com
Rumah dinas Ferdy Sambo yang menjadi lokasi pembunuhan Brigadir J. (Foto: Inilah.com/Harris Muda)

Sopir Ambulans Ahmad Syahrul Ramadhan angkat bicara soal kondisi jenazah Brigadir J saat hendak dibawa dari rumah Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel) ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim). Syahrul mengaku melihat darah bercucuran dari tubuh sampai kepala Brigadir J hingga menggenangi lantai.

“Saya bilang ‘izin pak ambil kantong jenazah’ ‘memang ada di mobil kamu kantong jenazah?’, ‘ada pak’. Lalu saya ambil tapi saya diikuti sama anggota (polisi), tapi saya tidak tahu namanya, lalu diambil kantong jenazah di dalam mobil,” kata Ahmad di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022).

Baca juga
Kasus Brigadir J, Penyidik Diintervensi dan Diminta Ganti Hard Disk CCTV TKP

Syahrul datang ke lokasi pembunuhan di rumah dinas Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) sore menjelang malam. Ia dibantu petugas polisi dalam proses evakuasi jenazah Brigadir J.

“Saya langsung buka kantong jenazah lalu saya ditanya di kantong jenazah ada tulisan Korlantas Polri, yang mulia. Nah saya jelaskan, ‘izin pak saya sering tangani kecelakaan dari Satlantas Jakarta Timur’ saya membantu untuk mengevakuasi kecelakaan atau TKP. ‘Oh iya iya, dari Satlantas jakarta timur. ya sudah tolong dibantu,” tutur Syahrul.

Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa kemudian menanyakan perihal luka pada jasad Brigadir J di bagian kepala belakang.

Baca juga
Senjata Milik Ferdy Sambo Tembak Brigadir J Bukan Objek Pemeriksaan Puslabfor Polri

“Tadi saudara mengatakan saudara memegang kepala, ada keluar darah?” tanya hakim.

“Saat saya angkat, saya memegang tangan yang mulia,” jawab Syahrul.

“Bukan kepala?” timpal Hakim

“Tangan, yang mulia, dua-duanya,” sahut Syahrul.

“Dari bawah waktu diangkat kepalanya ngeluarin darah gak?” tanya hakim lagi.

“Ada, yang mulia,” ujar Ahmad.

Darah yang keluar dari kepala belakang Brigadir J, ucap Syahrul, tidak bisa dipastikan apakah itu yang berceceran ke lantai. Sebab, dari luka lain di tubuh juga turut mengeluarkan darah.

“Saya tidak tahu darah itu dari badannya atau dari kepala. Itu yang genangan di lantai yang mulia, karena saya tidak ada di TKP. Saya hanya melihat jenazah ditutup masker,” jelas dia.

Baca juga
Foto: Sidang Kedua Kuat Ma'ruf di PN Jakarta Selatan

Syahrul saat itu meyakini luka yang bersarang di tubuh ajudan Ferdy Sambo itu berasal dari luka tembak.

“Hanya luka tembak, di badan,” ujar Syahrul.

 

Tinggalkan Komentar