Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Henti Jantung dan Serangan Jantung Berbeda, Ini yang Dialami Maura Magnalia

Henti Jantung dan Serangan Jantung Berbeda, Ini yang Dialami Maura Magnalia

Baru-baru ini sebagian masyarakat mempertanyakan perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung. Pertanyaan soal gejalan henti jantung dan serangan jantung muncul setelah meninggalnya putri Nurul Arifin, Maura Magnalia Madyaratry.

Banyak yang menyebut henti jantung dan serangan jantung itu sama. Karena keduanya bisa mengakibatkan kematian. Hal ini wajar karena organ vital pada manusia tersebut tidak bekerja secara normal.

Pada kasus yang terjadi pada Maura Magnalia yang sempat pihak keluarga sampaikan adalah meninggal karena henti jantung.

Mayong Suryo Laksono mengkonfirmasi bahwa putrinya, Maura Magnalia Madyaratry, meninggal dunia karena henti jantung. Maura Magnalia dugaannya mengalami kelelahan.

“Sebab penyakitnya adalah henti jantung,” kata Mayong di rumah duka di Depok, Selasa (25/1/2022)

Mayong mengatakan, keluarga sempat membawa Maura ke rumah sakit sekitar pukul 05.00 WIB dan meninggal pukul 05.37 WIB.

“Jadi sempat ada waktu 37 menit dan tidak tertolong,” lanjut Mayong.

Mayong melanjutkan bahwa kemungkinan kondisi sang putri memang sudah drop karena kurang istirahat karena mempersiapkan wisuda pada Maret mendatang di Sydney University.

Baca juga
1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS, Panglima TNI: Kami Tidak Perlu Malu

“Dia tidak tidur, lagi mengurusi wisudanya dari Sydney University, baru selesai S2,” ujar Mayong.

“Kemudian dia juga melamar kerja, mungkin karena stress beberapa hari tidak tidur, ya begitulah. Ternyata ada beberapa hal yang tidak bisa dideteksi oleh kita semua,” lanjut dia.

Namun perlu masyarakat ketahui ternyata henti jantung dan serangan jantung itu berbeda. Meski keduanya adalah kondisi serius yang menyebabkan jantung tidak dapat bekerja normal.

Mengutip dari laman halodoc, kedua kejadian medis itu memiliki definisi yang berbeda dan penyebab yang beda juga.

Inilah.com/Didik Setiawan

Definis Henti Jantung

Henti jantung atau cardiac arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba karena adanya gangguan gaya listrik pada otot jantung. Kondisi ini membuat jantung tidak dapat berdetak dengan normal dan memicu terjadinya aritmia.

Akibatnya, distribusi darah ke seluruh tubuh akan mengalami gangguan. Pada kondisi yang parah, risiko kematian bisa sangat tinggi dan dapat terjadi dalam hitungan menit. Sebab organ-organ vital lainnya (seperti otak) tidak menerima pasokan darah yang cukup.

Baca juga
Ratusan Warga Ikuti Temu Relawan Airlangga Presiden 2024 di DIY

Serangan Jantung

Meski terdengan mirip, namun serangan jatung atau heart attack merupakan kondisi fatal. Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak menerima pasokan oksigen yang cukup dari aliran darah yang menuju jantung. Ini dapat terjadi karena adanya aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah arteri, yang menyebabkan jantung kekurangan asupan darah yang kaya oksigen.

Serangan jantung dapat terjadi dalam waktung yang lebih panjang atau dalam hitungan jam. Selama terjadinya serangan jantung, bagian jantung yang tidak menerima oksigen akan terus mengalami kerusakan berupa kematian otot jantung.

Jika tidak segera mendapat penanganan, kondisi ini dapat menyebabkan kematian. Dalam kondisi ini jantung masih bisa tidak berhenti berdetak. Hal ini berbeda dengan kondisi henti jantung yang seraca otomatis organ itu berhenti berdetak.

Baca juga
Hendak Liburan, Ustaz Abdul Somad Dideportasi dari Singapura
Foto/halodoc

Gejala

Dari segi gejalanya, henti jantung dan serangan jantung memiliki perbedaan. Berikut gejala henti jantung adalah:

1. Napas terputus atau tidak bernapas sama sekali.

2. Pupil mata masuk ke dalam tengkorak kepala.

3. Lemas secara tiba-tiba.

4. Tidak sadarkan diri.

5. Warna kulit menjadi pucat kebiruan.

6. Denyut nadi atau detak jantung tidak dapat ditemukan.

Serangan jantung dapat terjadi dalam durasi yang lebih panjang, dengan gejala-gejala yang kurang spesifik, seperti:

1. Sesak napas.

2. Sakit perut yang dapat disertai dengan mual dan muntah.

3. Merasa sangat lemas.

4. Keringat dingin.

5. Detak jantung tidak beraturan.

6. Pusing atau kepala terasa ringan.

7. Kontraksi otot di sekitar dada, leher, dan lengan.

8. Rasa nyeri pada perut atas (diafragma), dada, tangan, rahang atau di sekitar tulang belikat pada punggung bagian atas.

 

Tinggalkan Komentar