Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Hepatitis Misterius pada Anak tak Berhubungan dengan Adenovirus Vaksin COVID-19

Kamis, 05 Mei 2022 - 14:45 WIB
Hepatisis Misterius - inilah.com
ilustrasi

Dokter Anak Konsultan Gastrohepatologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Hanifah Oswari membantah Hepatitis akut bergejala berat disebabkan oleh Adenovirus pada vaksin COVID-19.

“Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan, bahwa kejadian ini (Hepatitis akut berat) dihubungkan dengan COVID-19 adalah tidak benar. Gak ada bukti hubungan dengan vaksin COVID-19,” kata Hanifah Oswari dalam keterangan pers virtual Kementerian Kesehatan, Kamis (5/5/2022)

Sebelumnya, Journal Hepatology yang terbit pada 21 April 2022 menuliskan laporan “Vaksinasi SARS-CoV-2 dapat menimbulkan Hepatitis dominan sel T CD8,”. Ditemukan Adenovirus 41 pada dua anak yang menjalani transplantasi hati akibat Hepatitis akut berat di Amerika Serikat.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada informasi penguat yang menyebutkan Adenovirus berhubungan langsung dengan Hepatitis akut berat.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Rabu, 20 Juli 2022

“Masih mungkin itu kejadian yang bersamaan, tapi bukan berhubungan langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah sudah meminta Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta dan Laboratorium Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) untuk meneliti penyebab Hepatitis akut bergejala berat.

“Kenapa jadi banyak anak-anak kena di banyak negara. Agar kita bisa tahu keadaan ini dan penyebabnya,” katanya.

Secara terpisah, Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan Adenovirus 41 adalah jenis virus yang sering ditemukan sehari-hari, biasanya menyebabkan gejala diare, muntah, demam, dan gejala saluran pernapasan. Biasanya tidak menyebabkan hepatitis pada anak sehat.

Baca juga
Tiga Saham Jadi Pilihan di Tengah Volatilitas IHSG Sesi Kedua

“Berbeda dengan strain Adenovirus yang digunakan di dalam vaksin COVID-19 AstraZeneca, yang menggunakan strain ChAdOx1 (modifikasi dari adenovirus yang menginfeksi simpanse),” tuturnya.

Ia mengatakan Adenovirus 41 kebanyakan dialami anak usia kurang dari 5 tahun, terutama yang belum divaksin COVID-19.

“Ada kenaikan angka infeksi adenovirus pada anak di Inggris sejak November 2021 dibandingkan 5 tahun ke belakang,” pungkasnya.

Sebelumnya pada Ahad (1/5/2022) Kementerian Kesehatan mengumumkan terdapat 3 pasien anak yang dirawat di RSCM meninggal karena hepatitis. Diduga hal ini berkaitan dengan fenomena kasus hepatitis misterius yang tengah marak dilaporkan dunia. Belum diketahui asal dan penyebab penyakit tersebut, termasuk munculnya spekulasi dari adenovirus COVID-19.

Tinggalkan Komentar