Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Hindari Middle Income Trap, Tim Ekonomi Jokowi Perlu Belajar dari Vietnam

Kamis, 04 Agu 2022 - 22:57 WIB
Hindari Middle Income Trap, Tim Ekonomi Jokowi Perlu Belajar
Ekonom senior Prof Didik J Rachbini (VOI).

Agar Indonesia lolos dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap, strategi tim ekonomi Presiden Jokowi harus lebih outward looking. Ekspor dan investasi harus berkualitas.

Ekonom senior Prof Didik J Rachbini kepada Inilah.com, Kamis (4/8/2022), menyampaikan, strategi ekonomi yang outward looking, sudah pernah dilakukan sejumlah negara maju. Bahwa ekspor dan investasi yang muncul, orientasinya bukan untuk mengeruk pasar dalam negeri.

“Strategi ini sudah dilakukan banyak negara. Dan hasilnya cukup efektif. Mereka lolos dari middle income trap. Sebut saja, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, China bahkan Vietnam yang kini menyalip Indonesia. Dan, strategi ini pernah dijalankan Indonesia pada era 1980-an,” papar Prof Didik.

Jika tidak dimulai dari sekarang, dirinya khawatir perekonomian Indonesia akan mengalami stagnasi. Posisi Indonesia turun kelas menjadi negara berpendapatan menengah bawah (kisaran US$4.000 per kapita). “Dan, sudah 7 tahun lamanya kita tersendat di tingkat pendapatan 4 ribu dolar AS per kapita,” ungkapnya.

Baca juga
Tak Terpengaruh COVID-19, Industri Sawit Penyelamat Ekonomi Indonesia

Selanjutnya, Rektor Universitas Paramadina ini, menyarankan agar Presiden Jokowi lebih sering blusukan ke industri kecil, menengah dan besar.

“Sektor industri yang menjadi tulang punggung ekonomi, sekarang rendah dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi mandeg di angka 5 persen. Kadang-kadang di bawahnya,” imbuh mantan anggota DPR asal PAN ini.

Pada dekade 1980 dan 1990, lanjut Prof Didik, pertumbuhan ekonomi bisa melesat hingga kisaran 7%-8%. Bisa terjadi lantaran industri manufaktur kala itu maju pesat.

“Saat itu, pertumbuhan sektor industri bisa dua digit sampai 12 persen. Pada saat yang sama, ekspor tumbuh 20-24 persen. Berbeda dengan saat ini, ekspor kita tertolong harga minyak sawit dan batubara. Kalau turun pada tahun depan, ya masalah bagi kita,” papar pria berdarah Madura itu.

Tinggalkan Komentar