Sabtu, 20 Agustus 2022
22 Muharram 1444

Hindari Sopir Epilepsi, DTKJ Rekomendasikan Transjakarta Bentuk Divisi Keselamatan

Rabu, 29 Des 2021 - 14:52 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Hindari Sopir Epilepsi, DTKJ Rekomendasikan Transjakarta Bentuk Divisi Keselamatan

Dewan Transportasi Kota Jakarta atau DTKJ rekomendasikan pada Transjakarta untuk bentuk divisi atau direktorat khusus keselamatan transportasi.

Transjakarta perlu mempertimbangkan pembentukan divisi ini untuk memastikan kondisi kesehatan para sopir atau pengemudi bus Transjakarta.

“Yang kita dorong untuk adalah rekomendasi pertama dari KNKT perlu ada penambahan satu struktur atau departemen khusus keselamatan. Ini akan menjadi agenda prioritas kita yang pertama dilakukan pada tahun 2022,” kata Ketua DTKJ Haris Muhammadun, Rabu (29/12/2021).

Sementara, Ketua Komisi Kelaikan dan Keselamatan DTKJ Prayudi mengatakan keberadaan divisi khusus ini untuk memastikan keselamatan penumpang.

Divisi ini nantinya akan melakukan pengecekan secara berkala kepada seluruh pengemudi bus Transjakarta sebelum bertugas. Tujuannya agar bisa mengutamakan keselamatan penumpang saat bertugas.

Baca juga
Foto: Meriahkan HUT Jakarta ke-495, Naik Bus Transjakarta Gratis

“Kedepan seluruh operator memiliki devisi khusus untuk keselamatan. Selain memiliki SIM mereka juga harus memiliki kemampuan,” katanya.

Prayudi mengatakan, TransJakarta memastikan pemeriksaan kesehatan pengemudi secara berkala untuk mengantisipasi terjadinya serangan jantung yang bisa mengakibatkan kecelakaan bus.

Sebab dalam salah satu insiden kecelakaan bus Transjakarta di Cawang terjadi karena pengemudi mengidap epilepsi.

“Kesehatan ini yang seharusnya menjadi bagian dari perhatian operator agar pramudi dicek kesehatannya, apakah setahun sekali atau per enam bulan,” kata Prayudi.

Selain itu, Transjakarta juga harus memastikan kesiapan kondisi pengemudi saat bertugas pagi hari. Sebab jadwal operasi shift pagi mulai pukul 04.00 WIB.

Baca juga
Foto: Bus Transjakarta Antar Penonton Jakarta E-Prix 2022

Pengemudi yang berdomisili jauh dari lokasi awal trayek bus harus mempersiapkan diri lebih awal. Sehingga ada kemungkinan pengemudi tersebut kurang waktu istirahatnya.

“Fasilitas berupa penginapan pada jam-jam tertentu perlu. Ini untuk memastikan meraka siap. Fasilitas pengemudi di area Hub juga perlu. Pengemudi kan punya batas pada jam-jam tertentu mereka juga akan ke toilet,” katanya.

Tinggalkan Komentar