Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Hingar Bingar Kedelai Mahal, Pejabat Kementan Baru Buka Suara

Selasa, 22 Feb 2022 - 12:36 WIB
Hingar Bingar Kedelai Mahal, Pejabat Kementan Baru Buka Suara

Di tengah hingar-bingar mahalnya kedelai yang berdampak kepada aksi mogok perajin tahu dan tempe, pihak Kementerian Pertanian (Kementan) baru buka suara.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Yuris Tiyanto menargetkan produksi 1 juta ton kedelai pada tahun ini. Untuk mengejar kebutuhan kedelai di Indonesia yang mencapai 3 juta ton per tahun.

Yuris, dikutip dari Antara, Jakarta, Selasa (22/2/2022), mengatakan, target produksi tersebut akan direalisasi melalui penanaman kedelai di 650 ribu lahan yang tersebar di 14 provinsi. “Kita sudah berusaha dengan teman-teman di Dirjen Tanaman Pangan khususnya di Direktorat Aneka Kacang dan Umbi untuk meningkatkan produksi. Strateginya, satu, kita sudah melakukan pemberian bantuan ke petani seluas 52 ribu hektare ini lewat dana APBN untuk ditanami kedelai,” kata Yuris.

Baca juga
Gubernur Lemhanas Apresiasi Kolaborasi Kementan dalam Menjaga Pangan

Dengan target luas tanam 650 ribu hektare pada 2022, sisanya sekitar 598 ribu hektare akan dibiayai melalui pendanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Yuris mengungkapkan lahan seluas 52 ribu hektare sudah mulai ditanami kedelai pada Januari 2022. Sementara sekitar 600 ribu lahan sisanya akan mulai ditanami kedelai pada April hingga Oktober 2022.

Lahan seluas 650 ribu hektare tersebut merupakan lahan monokultur yang sudah ada dan akan ditanami kedelai untuk bisa mencapai target produksi 2022.

Selain menggunakan lahan yang sudah ada, strategi peningkatan produksi kedelai juga dilakukan dengan teknik tanam tumpang sisip, yaitu menanam dua jenis tanaman pada satu bidang lahan yang sama. “Belum nanti kita coba juga tumpang sisip, yaitu tanam jagung dulu kemudian nanti begitu jagung panen akan kita tanami kedelai itu tumpang sisip. Artinya kita pakai lahan jagung, ini bisa kita lakukan. Ada dua strategi yaitu dengan monokultur dan satu tumpang sisip,” katanya.

Baca juga
Kemenkumham Anugerahi Balitbang Kementan Atas Pengembangan Produk Berbasis Eucalyptus

Yuris mengatakan target produksi kedelai dalam negeri ini merupakan jangka menengah hingga jangka panjang dan belum bisa menyelesaikan persoalan harga kedelai impor yang tinggi seperti saat ini. Dia menyebut rencana penanaman kedelai pada 650 ribu hektare lahan tersebut merupakan fondasi agar Indonesia bisa memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri.

Tinggalkan Komentar